Education for All, really?

Such a cliche topic..

This has been many campaign topics, however, perjuangan untuk benar-benar merealisasikannya tidak pernah berakhir dari dulu sampai sekarang.

Sakit hati itu sesederhana tau biaya SPP salah 1 universitas negeri 40% lebih mahal dari tempat saya mengajar yang swasta, yang notabene tanpa ada bantuan pemerintah dalam operasionalnya. .

Sakit hati itu sesederhana ketika melihat ada mahasiswa dr suatu universitas negeri pakai mobile phone paling high end, yg lebih bagus dari pembicara yg diundang dalam seminar mereka.. sekolah bagus.. fasilitas dari orang tua lengkap.. Teringat di kampus saya anak-anak mesti kerja malam hari hanya untuk bayar biaya kuliah di pagi hari, atau sebaliknya.. Anak-anak berfasilitas lengkap ini harusnya kelak bisa membawa manfaat utk lingkungannya. Tidak ada alasan untuk tidak. I pray for that. Amiin.

Continue reading →

Tetapkanlah pikiran kami selalu melangit, namun dengan hati yang terus membumi

This is a quote that perfectly capture what I want to be and what I want for my family to be..

Akhir-akhir ini banyak kejadian yang memaksa saya merenung tentang apa yang saya pahami selama ini. Ada kejadian yang membuat saya terkaget bahwa saya di sisi pemikiran yang berlainan (bukan berlawanan) dengan kebanyakan teman mengenai suatu topik nasional. Ada sisi dimana diri saya yg biasanya mudah menerima pendapat dan mengagumi pendapat orang lain – apalagi orang-orang yang saya hormati, bisa berpendapat lho kok pada begini, ini kan namanya kita sama saja, sama jahatnya, tidak lebih baik dari mereka yang kita anggap salah. Saya memilih diam, mundur, dan introspeksi. Ternyata banyak hal yang belum saya pahami.

Sepi. Continue reading →

Mengapa Sekolah Alam?

Tulisan ini hanya diniatkan sebagai memento dan reminder untuk saya, tentang rezeki ilmu utk anak dan juga kami, orang tuanya.Ā Jika ada yg berbeda pendapat silakan, sama2 belajar dan saling mengingatkan, sama2 ingin yang terbaik untuk anaknya. Tidak ada niatan mendiskreditkan pilihan lainnya. Apalagi mendiskreditkan cara didik para nenek kakek.. Ini pilihan kami, berdasarkan pemahaman dan belajar sampai Runni umur 3,5 tahun. Benar salah, Allahualam. Jika benar, alhamdulilllah. Jika kurang tepat, maka semata-mata karena kami kurang lama belajar dan kurang banyak mencari tahu. Tidak ada kejumawaan anak kami sekolah di sekolah terbaik. Hasil sekolah terbaik hanya bisa kita tahu in the end of their time, right?

Continue reading →

Menuju Program Doktoral

Setiap dosen yg hanya bergelar ‘Master’ pasti punya mimpi melanjutkan studi program doktoral (S3).. Realisasinya bergantung pada kekuatanĀ niat, supporting system, dan kesempatan.. Niat saya diawali hanya sekedar keinginan sambil lalu saja, kemudian tumbuh menjadi kebutuhan profesi, kemudian diperkuat dukungan lingkungan kerja dan approval keluarga.. Ternyata itu semua belum cukup..

Continue reading →

Pedagogik – Mendidik, Anak, dan Pembelajaran

PedagogikĀ didefinisikan sebagai ilmu atau seni dalam mengajar (Merriam-Webster, 2000). Pedagogik dalam pemahaman saya saat ini berkaitan dengan 3 hal: edukasi, anak, pembelajaran.

~1~ Mendidik ~
Amanah sekaligus kesempatan yang diberikan kepada saya saat ini adalah menjadi dosen. Berbagai macam literatur maupun perkataan saya baca dan dengar hampir semua menyatakan bahwa menjadi dosen berbeda dengan guru. Dosen hanya memfasilitasi, tidak ‘menyuapi’ dengan materi pelajaran. Namun terlepas dari bagaimana caranya, dosen dan guru, menurut saya sama-sama memiliki tanggung jawab mendidik. Sekarang ini saya mengajar di sebuah sekolah tinggi swasta baru. Ada berbagai karakter mahasiswa. Mulai dari yang ajaib sampai sangat ajaib. Yes.. Yes.. They are all unique. Continue reading →

Why I Love Movie: Meet The Robinson

1234The theme should be why I love movies in general. Well, those reasons must have been told by other writers. I beg to differ. Here I want to write how I love movie, but just oneĀ simple family movie, Meet The Robinsons.

Several days ago, I watched this movie and wrote a status in Path:
“Watching Meet The Robinson: one of my favorite movie of all time.”
Eh.. Suddenly I felt de ja vu. Oh my God, I already wrote the same status, exactly like this, on Path or Twitter before, and before that, and before that.Ā I believe you can conclude why.

Okay back to topic. Why I love this movie: Continue reading →

A Ton of Luck

Hoki lu gede banget sih mi

Berkali-kali kalimat ini saya dengar. Menarik dan menyenangkan tentunya. Ketika bermain suatu board game baru, tidak jarang saya menang. Ketika coding tugas, tiba-tiba aplikasinya jalan tanpa bisa menjelaskan mengapa bisa demikian. Ketika beli makanan, dapat bonus dari penjualnya. Sampai-sampai ketika menikah pun, saya yang biasa saja bisa mendapatkan lamaran tak terduga dari kalangan ‘selebriti’ kampus tanpa repot ngejar-ngejar (eh).. Haha.. Kadang kala terbersit pertanyaan, apa iya aku seberuntung itu atau memang kemampuan akan sesuatu itu ‘already in my blood‘ tetapi tidak disadari.

Well, maybe I’ll never know what is really happening, but analyzing some hypothesis still can be done, right?

Thinking Brightly and Positively
Selalu ada hal-hal yang bikin sebel atau bete atau merasa gagal. Tetapi sisi positif (seharusnya) selalu ada. Ambil contoh sederhana: anak alergian semua makanan enak. Tapi siapa yang menyangka itu adalah bagian dari arahan Allah supaya saya belajar lebih. Supaya saya mengenal alternatif susu selain susu sapi. Supaya mengenal berbagai booster alami agar anak tetap sehat. Dulu iya manyun. Sekarang? Saya bisa menikmati anak sehat ceria yang merupakan berkah tak terkira untuk setiap orang tua.

Every bad things happened was not always for bad reason.
Maybe it’s just blessing in disguise.

Continue reading →