Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional (Dokumentasi Materi, Game, Review)

(dokumenIni adalah kelas lanjutan setelah kami menyelesaikan kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Belum banyak yang bisa diceritakan di sini karena baru dimulai hehe.. Postingan ini saya dedikasikan untuk indexing materi dan dokumentasi game yang ada di kelas Bunda Sayang IIP.

  1. Materi #1 : Komunikasi Produktif
    Diskusi Materi #1 :
    Game Level #1 : Tantangan Komunikasi Produktif
    Review Game#1 :

Matrikulasi Institut Ibu Profesional (dokumentasi materi-nhw-review)

Matrikulasi Institut Ibu Profesional adalah program kulwap berisi pembekalan bagi para emak2 maupun calon emak agar bisa memaksimalkan potensi sebagi Ibu, pendidik anak bangsa. Profesional di sini bukan dalam konteks Ibu Bekerja, melainkan Ibu sebagaimana fungsinya dan serta mampu menjalankan fungsi tersebut, baik dia bekerja, di rumah, atau keduanya.

..karena mendidik seorang perempuan sama dengan mendidik satu generasi..

Read More »

Tentang Mba ART

Momen masuk setelah libur lebaran pasti jadi momen horor para emak2 di Indonesia.. momen harap harap cemas mba balik gak ya atau mba kapan balik.

Saya belum bisa sesukses ibu maupun seleb parenting teh Kiki yg survive tanpa mba. Karena satu dan lain hal (baca: mager dan sumbu pendek) menjadikan mba ART jadi pilihan di keluarga kami. Beruntung selama pernikahan hanya 2 mba yg berseliweran di hidup kami.. Saya bilang ke suami: ayah, anak2 teh rejekinya banyak. Termasuk satu anak dapet jatah 1 mba dikasih sama Allah. Bukan kayak ibu2 seleb dan pejabat yg mbanya banyak, maksudnya di sini, ketika bocah kecil sekali dan emaknya butuh pendamping mba, ya ada.. 

Runni ada bibi.. Bibi yg juga ngurus saya semasa kuliah di Bandung.. ketika harus berpisah karena pindah Jakarta, ya alhamdulillah udh gedean Runninya. Sampai sekarang klo kami ke Bandung, tujuan utama Runni pasti ketemu bibi, dan emaknya belanja baju Runni di Lavie #eh #abaikan

Kala ada mba.. Mba yg sabar pisan ngasuh bocah tanpa diminta. Akhirnya setelah Kala 1 tahun kami pensiunkan demi menjaga kondisi fisik dia dan gak tepar hrs gendong bocah badag.. sama seperti tetehnya, mungkin 1 tahun adalah maks fase bersama mba.. setelah itu either daycare atau ngintilin mamah..

Bibi dan mba saya sebut rejeki luar biasa.. rejeki yg gak bisa terhitung sama uang.. 2 orang yg mungkin buat keluarga lain ‘hanya’ mba, tp sama saya bener2 diperlakukan sebaik2nya.. terkadang Runni saya ingatkan kalo sampe nyuruh2 ala putri orang kaya, padahal bukan.. Eneng kalo mba atau bibi itu minta tolong yang baik.. jadilah bibi dan mba jadi temannya anak-anak..

Suami terkadang menawarkan gimana kalo ada ART nginep mengingat klo malem dan pagi saya suka spaneng.. Akan tetapi saya selalu memberikan alasan yang sama: klo ada art nginep kita berdua yg mager ini pasti tambah mager ngurus anak.. klo gak ada mba kan ya seribet n secapek apapun hrs ngurusin.. istilah kerennya: atas nama kemandirian.. hahaha..

Jadilah kadang ada malam malam penuh teriakan emak dan anak klo lg berantem.. Sering juga pagi penuh klontangan dan kehebohan sebelum semua berangkat.. Mba baru dateng pas udh pada mau berangkat.. Akan tetapi semua keramean itu tidak seberapa dibandingkan yang full tanpa bantuan mba art. Bertahap lah.

Kemandirian mumpuni buat level emak-emak, menurut saya sesederhana bisa lulus dari dunia per-mba art-an.. bukan masalah dibantu beliau beliau ini atau tidak, melainkan how do we react saat mba gak ada.. Apakah slow like nothing happen? Atau dunia runtuh ketika beliau gak ada? Hehe.. 

Game Level #1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Selamat anda memasuki game level 1, di kelas Bunda Sayang ini.

Dan inilah tantangan bulan ini :

πŸ’Ÿ *KOMUNIKASI KELUARGAKU* πŸ’Ÿ

a. Pilihlah 1 poin dalam komunikasi produktif yang menurut Anda paling penting dan utama untuk dilatihkan pertama. Jika dalam waktu kurang dari 10 hari telah tercapai target perubahan, boleh lanjut ke poin berikutnya. 

_Panduan poin Komunikasi Produktif untuk anak_

http://bit.ly/TabelKomProdAnak

_Panduan Poin Komunikasi Produktif untuk Pasangan/Keluarga_

http://bit.ly/KomProdPasanganKeluarga

b. Berlatihlah menggunakan poin tersebut. 

Misal, Anda memilih melatihkan KISS. Maka latihkanlah setiap hari minimal selama 10 hari berturut-turut.

c. Ceritakan dengan narasi pendek dan boleh disertai foto atau video proses latihan Anda *setiap harinya*. Ceritakanlah:

βœ… Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

βœ… Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

d. Waktu yang kami berikan dari tanggal 1-17 Juni 2017.

Report dilakukan per hari via link google Form, boleh dilakukan melalui Blog/FB pribadi/Notes/ Instagram/Aplikasi Google. 

Setiap kali membuat narasi/gambar /video tantangan, jangan lupa pakai hashtag

#level1
#day1 (ubah menurut hari setoran) 
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif 
#kuliahbunsayiip 

_Selamat berkreasi dalam membangun komunikasi_
Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch #2 2017/

πŸ’ŸπŸ”˜πŸ”˜πŸ”˜πŸ”˜πŸ’ŸπŸ”˜πŸ”˜πŸ”˜πŸ”˜πŸ’Ÿ

Bunda Sayang Materi #1 : Komunikasi Produktif

Selisih paham sering kali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya. Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif,  agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan,  baik kepada diri sendiri,  kepada pasangan hidup kita dan anak-anak kita.

KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI

Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadarinya bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif.
Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.Read More »

Bunda Sebagai Agen Perubahan – Materi #9 Matrikulasi IIP

 

(dituliskan kembali dari Kelas Matrikulasi IIP Batch 3 Materi 9)

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

β€œmendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”Read More »

Runni’s Project Based LearningΒ 

Hari ini Runni mengerjakan PJBL (project based learning) yaitu proyek bersama orang tua membuat sesuatu sesuai tema yg telah ditentukan dr sekolahnya, Sekolah Alam Indonesia. Tema kali ini kostum utk simulasi klinik gigi. Runni dapet peran jadi resepsionis. Hehehe. Mungkin krn dia masih malu ngomong di depan umum dan rada jaim. Jadi blm bisa dikasih peran krusial seperti dokter, gigi, odol dan lain2.. Sekalian latihan bicara dan menyambut tamu mungkin πŸ™‚ kami percaya hasil penilaian gurunya utk pembagian peran ini.Read More »