Tagihan Listrik Tiba-Tiba Bengkak

Biasanya cm Rp 75.000 +- 3.000, tiba-tiba jadi Rp 890.000..

Heee.. Kok bisaa? Nah, melalui tulisan ini saya mau coba share mengapa dan bagaimana langkah yg harus dilakukan bila mengalami masalah serupa.. 🙂

1st things to do:

  • Ricek history tagihan beberapa bulan lalu dan bulan terakhir. Caranya bisa dateng k PLN terdekat *ribet sangat*, via telpon ke call centre PLN (kode kota)-123, atau via web PLN di www.pln.co.id/disjaya *gampang, bisa langsung dari tempat duduk Anda :p*
Pengecekan tagihan listrik via web PLN
  • Cek angka stand meter APP (alat pembatas dan pengukur)..

  • Cek pemakaian (kWh) listrik di meteran listrik..
  • Cek pemakaian (kWh) listrik yang tercatat di PLN..
  • Cek harga listrik per kWh (dijelaskan di bawah)..
  • Cek besar daya yang dipasang di rumah..

Untuk kedua poin terakhir, kita dapat mengeceknya via fitur e-billing pada web PLN dimana kita dapat mendaftarkan alamat email dan detail rincian tagihan akan dikirimkan ke email kita..

Detail tagihan listrik via e-billing
  • Ingat2 rumah yg sekarang dipakai pernah kosong selama beberapa bulan/tahun atau tidak..

Setelah melakukan pengecekan di atas, gugling, dan analisis, maka kami simpulkan bahwa masalah yg terjadi di rumah kami adalah:

  • Rumah kami adalah rumah kontrakan yg baru kami huni selama 1 tahun sampai saat tulisan ini dibuat, dan sebelumnya sempat kosong selama beberapa bulan/tahun..
  • Tagihan bulan-bulan sebelumnya hanya berupa tagihan minimal karena berlangganan listrik untuk daya 2200 watt..
  • Petugas pencatatan listrik yg datang ke rumah-rumah tidak mengecek meteran listrik karena menganggap rumah masih kosong..
  • Tagihan terakhir yang bengkak adalah akumulasi kekurangan tagihan bulan-bulan sebelumnya selama setahun terakhir..

To do next:

  1. Hitung angka kWh yg tertera di meteran dan dikalikan harga per kWh dengan rincian harga (*) sebagai berikut:
    – Rp 790/kWh (untuk 2200 watt)
    – Rp 790/kWh (untuk 1300 watt)
    – Rp 506 (900 watt, yaitu RP 468 plus biaya beban)
    – Rp 486 (450 watt, yaitu Rp 470 plus biaya beban)
    (*) angka di atas adalah per Juli 2012 dan berdasarkan hasil pengamatan pribadi (CMIIW)..
    Untuk kemudahan perhitungan, pada website www.pln.co.id/disjaya juga menyediakan fitur perhitungan ini..

    Pemeriksaan tagihan listrik
  2. Hitung jumlah perkiraan tagihan minimal (*)
    – untuk 1300 watt sekitar 52 kWh –> Rp 41.000 + PPn 10%
    – untuk 2200 watt sekitar 88 kWh –> Rp 69.000 + PPn 10%..
    – untuk daya di bawah 1300 watt, tidak ada biaya minimal, melainkan beban minimal (abonemen) sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000.)
    (*) data per 2012, sumber http://www.naskah.net/2012/03/cara-mengetahui-tagihan-listrik.html 
  3. Hitung jumlah total tagihan bulan-bulan yang hanya berupa tagihan minimal..
  4. Bandingkan angka pada poin 1 dan jumlah tagihan bulan terakhir yang membengkak..
  5. Bila ternyata kurang lebih sama, maka masalah yg terjadi adalah sama dengan yg kami alami..
  6. Jika berbeda jauh, perlu ditanyakan kembali ke call centre atau pln terdekat ato gugling lagih (kurang solutif ya :p)
  7. Jika mau tagihan normal lagi, lapor ke call centre atau pln terdekat untuk mencatatkan nilai stand APP.. kayakny sih ini nilai yg dipakai untuk ancer2 perhitungan kWh yg tertera itu start sejak kapan (CMIIW)..
  8. Berdasarkan aturan bahwa daya 1300 n 2200 watt itu menggunakan nilai minimal kwh, berarti kita sudah membayar kwh minimal pada bulan2 sebelumnya, nah ini bisa ditanyakan ke call centre ato pos PLN terdekat, apakah ada keringanan pembayaran karena sudah membayar  angka minimal selama bulan2 sebelumnya..
  9. Ganti ke sistem prepaid, jadi nda ada kasus2 tiba2 tagihan bengkak lagi 😀 plus bisa kontrol pemakaian listrik rumah kita..

Sekian share ttg masalah tagihan listrik yang meledak.. CMIIW klo ada kesalahan istilah ato konklusi 🙂

Semoga bermanfaat..