More failure, more lesson learned, is it?

Seringkali kita mendengar banyak quote motivasi mengatakan bahwa belajarlah dari kegagalan. It’s indeed right. Akan tetapi jika quote ini menjadi pembenaran bahwa gagal itu baik, maka mindset nya yang perlu diperbaiki.

Ada kalanya terbiasa dengan “it’s okay, I can try it next time”, menghasilkan 2 efek. Efek positif tentunya pantang menyerah. Efek negatif adalah menurunnya toleransi terhadap standar diri sendiri secara perlahan, jika tidak disertai dengan upaya berjuang lebih.

Teringat suatu testimoni kakak kelas yang sekarang juga mengajar di tempat almamater saya dulu kepada mahasiswa yang belum lulus dari tingkat 1. Saya lupa bagaimana persisnya editorialnya, tetapi bisa ditulis seperti ini: “jangan kecil hati, kalian bisa bersyukur mengalami hal yang jarang dialami mahasiswa jurusan ini”. Saat membacanya saya tertawa dalam hati mengiyakan. Ah benar juga, saya sangat tidak terbiasa gagal sedari kecil. Pengalaman kegagalan jadi suatu hal yang langka sehingga ketika dewasa dan memasuki perjuangan yang sebenarnya, saya harus belajar ganda. Belajar cara survive dengan berbagai peran yang diemban, belajar bagaimana menjalankan peran-peran tersebut secara ideal, juga belajar menata hati bahwa tidak semua hal bisa sukses dalam first try. Ya. Catat. Tidak ada istri hebat dalam sekali usaha. Tidak ada ibu hebat tanpa berulang-ulang mengalami keraguan terhadap diri sendiri. Tida ada dosen hebat tanpa pengalaman berulang kali mengajar dan membaca literatur secara konsisten. Ya gagal itu pasti, but is it okay?

Kebetulan saya banyak berinteraksi dengan orang-orang yang dalam first try sudah berhasil dalam mencoba sesuatu. Hal itu memberikan challenge tersendiri: ini akunya aja yang lambat, atau memang mereka terlalu cerdas?  Hasil pengamatan saya membawa pada kesimpulan bahwa orang-orang ini bukannya terlalu cerdas, namun mereka well-prepared. Ah, yes, well prepared. Ini prekondisi yang harus dipenuhi supaya standar kita juga terus bisa lebih baik.

It’s okay to fail, but make sure that you already have done such preparation, into detail, so nothing left except being tawakkal for the result.

#humanDiary
#written with belief that writing could enlighten mind and soul
#ditulis saat lieur membagi pikiran antara amanah dengan pengetahuan praktis, dan keinginan kembali belajar pengetahuan teoritis/konseptual

Uncategorized