Adab Menuntut Ilmu – Materi #1 Matrikulasi IIP

Disclaimer: materi yang tertulis bukan milik saya. All credits go to Tim Matrikulasi IIP. Saya tuliskan dalam blog sebagai memento, terutama pertanyaan tertentu yang menarik untuk saya. Tulisan sebagai hasil tugas saya untuk materi #1 bisa dilihat di sini.

Dedicated to sesama pengajar dan pembelajar.

Catatan ini terbagi atas 3 bagian: materi Adab Menuntut Ilmu, beberapa hasil diskusi yang relevan untuk kebutuhan saya, tulisan ibu Septi tentang literasi media, dan tambahan materi Adab Mencari Ilmu

Bagian 1: ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2017

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5

Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

Bagian 2: BEBERAPA HASIL DISKUSI TANYA JAWAB:

Ada beberapa pertanyaan yang menarik untuk saya dalam diskusi mengenai materi #1 ini.

Question:
Bagaimana caranya untuk kroscek sebuah berita apakah hoax atau tidak, mengingat banyak sekali berita2 online yang betebaran tanpa bisa dibendung ?
Bagaimana adab untuk kita menegur/mengingatkan saudara kita tentang keabsahan sebuah berita online (mis: fb), apakah dengan langsung komen atau melalui inbox? (mba bilkis)

Answer:
Mb bilkis …cara meng cross check berita itu benar atau tidak adalah dengan melihat sumber beritanya (apakah dari sumber yang bisa dipercaya?) Lalu membandingkan berita tersebut dengan berbagai sumber berita lain.

Adab mengingatkan saudara tetang keabsahan berita sebaiknya tidak di tempat umum (bisa melalui inbox) untuk menjaga kemuliaan saudara kita dan dengan bahasa yang baik dan sopan.

Question:
Bagaimana konsep ilmu yg beradab menurut Islam? (mba megawati)

Answer:
Mba megawati … sependek pengetahuan saya, ilmu yang beradab menurut islam adalah ilmu yang sumbernya jelas dan terpercaya kebenarannya (Al-qur’an dan hadist) yang bisa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat serta ilmu yang bisa memberi manfaat positif bagi sebanyak-banyaknya orang.

Question:
Saya kesulitan ketika mendapat semacam broadcast dengan awalan ‘copas dari grup sebelah’ yang dikirimkan oleh orang yang lebih tua, dari saya. Bagaimana yah cara yang baik untuk memberitahu tentang adab ilmu, agar tidak menyinggung maupun menggurui? (mba eka)

Answer:
saya juga pernah mengalami mbak, rasanya memang tidak nyaman membaca artikel hasil “copas dari grup sebelah”. Jika pengirimnya lebih tua biasanya untuk mengingatkan saya kemas dalam bentuk bertanya. Misalnya pernah ada yang copas tentang penangangan serangan mendadak penyakit jantung. Di artikel itu ditulis dengan cara batuk lebih keras sampai badan terguncang. Saya sampaikan.. oh saya pernah baca katanya di suntik ujung jari kalau terkena serangan mendadak. Kira2 yang benar yang mana ya?
Jadi tidak secara langsung mengatakan berita itu hoax. Sebenarnya tergantung tipe orang yang kita hadapi juga mbak dan seberapa dekat kita dengannya.

Question:

Ini terkait tentang ilmu yang kita dapatkan kita sharing dimedia sosial dan bertujuan mmbagi ilmu tp ada bbrapa komentar atau orang lain yang gak setuju pdahal yg dia yakini salah ? (mba erma)

Answer:
Tiga hal utama yang harus kita ingat saat membagikan ilmu adalah niat, ikhlas (menjaga hati) dan bertanggung jawab terhadap ilmu yang disebarkan. Tidak masalah mbak, orang lain boleh saja berbeda pendapat. Masing-masing dari kita bertanggung jawab atas ilmu yang kita miliki. Kalau sudah diingatkan, diberi pembanding, masih yakin atas pendapatnya yang salah, biarkan ia dalam pendapatnya.. sambil doakan agar Allah memberinya petunjuk.

Question:

Gimana cara membersihkan jiwa agar ilmu gak terhalang masuk? (mba ade)

Answer:
Cara membersihkan jiwa antara lain adalah dengan
1. mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemilik Jiwa melalui sholat, tilawah al Qur’an, sedekah, dll.
2. bersungguh-sungguh sekuat tenaga menjauhi hal2 yang dapat mengotori jiwa seperti iri, sombong, mudah kesal, dan lain-lain
3. melatih diri untuk melakukan hal2 baik hingga menjadi kebiasaan dan tertanam dengan kuat.

Contoh bersungguh-sungguh menghilangkan sifat sombong, merasa paling tahu dan menanamkan sifat lapang dada, semangat mendapatkan kebaikan, sehingga ilmu akan lebih mudah masuk ke dalam diri dan kita tak akan pernah memandang status ekonomi, latar belakang pendidikan, maupun usia dari pemberi ilmu.

Bagian 3:
💖 LITERASI MEDIA
By: Septi Peni WulandaniApa sebenarnya literasi media itu? Istilah literasi media mungkin belum begitu akrab di telinga kita. Masyarakat mungkin masih terheran dan kurang paham jika ditanya apa sebenarnya literasi media tersebut. Para ahli pun memiliki konsep yang beragam tentang pengertian literasi media, McCannon mengartikan literasi media sebagai kemampuan secara efektif dan secara efesien memahami dan menggunakan komunikasi massa (Strasburger & Wilson, 2002).Ahli lain James W Potter (2005) mendefinisikan literasi media sebagai satu perangkat perspektif dimana kita secara aktif memberdayakan diri kita sendiri dalam menafsirkan pesan-pesan yang kita terima dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Salah satu definisi yang popular menyatakan bahwa literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media. Dari definisi itu dipahami bahwa fokus utamanya berkaitan dengan isi pesan media.

Untuk memahami definisi literasi media lebih mendalam sebaiknya dipahami pula bahwa terdapat tujuh elemen utama di dalamnya. Elemen utama di dalam literasi media adalah sebagai berikut:
1) Sebuah kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat
2) Sebuah pemahaman akan proses komunikasi massa
3) Pengembangan strategi-strategi yang digunakan untuk menganalisis dan membahas pesan-pesan media
4) Sebuah kesadaran akan isi media sebagai ‘teks’ yang memberikan wawasan dan pengetahuan ke dalam budaya kontemporer manusia dan diri manusia sendiri
5) Peningkatan kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap isi media. (Silverblatt, 1995)

Dulu jaman saya kuliah, susaaaaah banget unt dpt informasi, harus datang ke perpustakaan kota dan propinsi. Tapi sekarang di era digital anak2 dan kita kebanjiran informasi. Era broadcast semarak muncul dimana2 didasari satu hal baik yaitu ingin berbagi.
Nah bagaimana seharusnya kita menyikapi hal tsb?
1. Tidak semua berita baik itu benar, prinsip ini yg harus dipegang pertama kali
2. Telurusi unsur kebenarannya sebelum kita menyebarkan hal baik tersebut
3. Pastikan dari sumber yang terpercaya (mulai dari buku, orang yg lsg mengalami, media kredibel)
4. Hindari kalimat copas dari grup sebelah, krn ini scr implisit “bukan saya yg bertanggung jawab atas kebenaran berita ini, saya hanya menyebar saja”
5. Kuasai materi skeptikal thinking dengan baik di era banjirnya informasi ini
6. Apabila kita ingin share hasil resume sebuah grup, mohon tuntas, jangan ada bagian yang dipotong, krn resume merupakan gambaran hasil dari sebuah diskusi. Dan jangan lupa ijin dengan penulis resume tersebut.
7. Apabila ingin mereview sebuah diskusi di group sebaiknya kita kemas dg pola pemikiran dan gaya bahasa kita, tdk hanya sekedar copas hasil diskusi. Jangan lupa cantumkan sumber dengan jelas : nama group dan nama pemateri/narasumber

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni Wulandani/

Bagian 4:

ADAB-ADAB DALAM MENUNTUT ILMU SYAR’I

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“… Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu pengetahuan kepadaku.”(QS. Thaha : 114)

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).

Berikut adalah adab-adab yang ditekankan kepada para penuntut ilmu:

1. Mengikhlaskan niat untuk Allah ‘azza wa jalla
2. Bertujuan untuk mengangkat kebodohan diri sendiri dan orang lain
3. Bermaksud membela syariat
4. Bersikap bijaksana dan berlapang dada dalam permasalahan khilafiyah
5. Penuntut ilmu harus bersabar dalam menuntut ilmu
6. Rajin berdo’a kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat
7. Menghormati ulama dan memposisikan mereka sesuai kedudukannya
8. Mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan Ustadz, Syaikh atau Guru
9. Mengikat ilmu dengan tulisan (mencatat ilmu yang disampaikan)
10. Berusaha menghafalkan ilmu yang dimiliki
11. Mengamalkan dan mendakwahkan ilmu yang dimiliki
12. Meneliti kebenaran berita yang tersebar
13. Berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafus Saleh dalam setiap situasi, kondisi maupun permasalahan yang ada
14. Menjauhi sifat sombong dan sifat ujub (kagum/bangga pada ilmu yang dimiliki)
15. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat

Barakallah fikum..

Sumber :
https://rumaysho.com/3314-keutamaan-ilmu-agama.html
http://muslim.or.id/202-adab-adab-penuntut-ilmu.html
https://muslimah.or.id/7216-adab-menuntut-ilmu.html
https://almanhaj.or.id/1518-nasihat-bagi-pemuda-muslim…

#mommysDiary

5 thoughts on “Adab Menuntut Ilmu – Materi #1 Matrikulasi IIP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s