Ibu, kira-kira Web Edukasi itu seperti e-Learning atau website tutor?

Ini pertanyaan dari seorang mahasiswa saya. Sederhana. Namun buat saya jadi ajang enlightenment luar biasa. Saya dapat kesempatan menuliskan dalam bahasa sederhana state of art pemahaman saya tentang topik S3 yang saya ambil: Learning Evolution (mudah2an istiqomah dgn topik ini hahaha). Analogi enlightment ini seperti pensieve nya Harry Potter. Sebagian keruwetan di otak dikeluarkan, sehingga yg tersisa hanya yang relevan saja. Dalam hal sebenarnya yg terjadi lebih ke menata piece of puzzle pengetahuan jadi suatu bentuk yg bermakna. Ah ternyata menulis bebas gini emang gampang ya. 1 semester harus menulis dimana tiap kalimat, bukan, tiap kata, bisa dipertanggungjawabkan secara kuat beserta referensi pendukung ituuu rasanyaaa.. ya cukup bikin rungsing terus2an dan progress = 0%. Kapan pinternya ini mah :)) Hahaha..

back to topic..

Jawaban saya atas pertanyaan itu saya kaitkan dengan tren belajar dimana, kapan saja, dan sesuai konteks si pembelajar. Istilah kerennya adalah ubiquitous learning. 

Bebas sih.. digital school atau website edukasi boleh seperti e-Learning (di kampus kami disebut Elen) maupun zenius (salah satu website utk tutoring).  Klo elen model bisnisnya fix mengadopsi perkuliahan/sekolah formal terstruktur.

Arahan ke depannya edukasi atau learning dibuat semudah mungkin gak terikat kelas.. Jika pakai web atau mobile maka edukasi bs diakses dimanapun kapanpun (mobile learning). Nah ini udh banyak website berusaha memfasilitasi hal ini. Yg blm banyak di Indonesia itu website edukasi yg berusaha menyesuaikan kebutuhan/konteks pembelajarnya.

Contoh: misal sama-sama belajar tentang IPA yaitu laut. Nah jika profil anak yg belajar adalah anak kota (jauh dr pantai) akan dikasih materi lebih banyak visualisasi bagaimana laut itu, laut di Indonesia bagaimana kondisinya, ada dmn aja, dll. Klo ternyata si anak yg  rumahnya dekat pantai, pasti sering main ke laut, bisa dikasih materi lbh eksploratif misal pencemaran di laut, komoditas laut yg bs dijadikan uang (krn anaknya udh sering melihat laut  dikasih materi bukan ttg laut scr umum, tp lebih dalam lg)

Ini tren pembelajaran akan ke arah sana.. Ubiquitous learning. Edukasi/belajar hrsnya bs dimana aja kapan aja dan sesuai konteks. jd saranku cb cari ide website yg agak unik ditambah fitur personalisasi murid.. 
Klo d kuliahan: misal sama2 belajar Manajemen proyek, nah klo ad fitur personalisasi/konteks, maka mahasiswa yg udh punya pengalaman kerja akan dibedakan materinya sama yg masih br lulus sma blm pernah kerja.. tp dibedakannya otomatis oleh sistem/bukan dr dosen membedakan di dlm kelas.. sistem generate otomatis materi bacaan/tugas sesuai personalisasi mahasiswanya.

Jika dikaitkan sama ajaran Islam: Belajar itu fitrah. Namanya fitrah, brarti alami dan mudah. Salah satu caranya adalah dgn menyediakan cara belajar yg sedekat mungkin dgn kondisi si anak/ mahasiswa..sedangkan sistem pendidikan yang ada pada umumnya kan msh pukul rata ya tiap orang, pdhl masing2 ada kelebihan/ bakat/ pemahaman masing-masing..

Well, that’s it. In the end what we can learned is not only about ideal concept but also how it can fit the unique characteristics in an environment, or school, or even a country.

#phdDiary #lecturerDiary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s