Why do we become such hypocrite?

Judul ini benar-benar pertanyaan ya, bukan tutorial cara mengatasinya. Sebenarnya banyak pertanyaan muncul, knapa banyak orang menyatakan kebencian nyata thd para pemimpin di negeri sendiri yg disebut-sebut tidak memanusiakan manusia dlm memimpin, tapi mengelu2kan artis korea, yg jelas jelas produknya perlahan merusak remaja. Paradigm shifting. Mewajarkan hal yang tidak wajar. Idola berlebihan. Love story tidak halal. Kadang mau bilang, for God sake why don’t you just make yourself sit on their position once and prove that you can do better (dalam hal kritisi pemerintah). Gak ngerti standar yang dipake apa. Really. Di sini saya bukan memihak, bukan pula sok suci karena saya juga masih berkutat dengan double standard macam ini. Not double, triple, or maybe more. Butuh pencerahan. Saya jg kok suka nonton, hanya makin kesini makin sering nge filter tontonan buat bocah, jadi makin mikir yg baik yg mana, yg salah yg mana dan kenapa. Ya dalam upaya menjawab “why” inilah saya jadi dapet simpulan-simpulan di atas.

Ada lagi cerita yg selalu sukses bikin saya gedek. Ya tersebutlah suatu keluarga yg kisah hidupnya jadi reality show. Dulu saya bingung kenapa laku. Setelah melihat K-J bersaudara yang cantik-cantik baru paham. Beauty and drama. Perfect combination. Tapii. Ya Tuhan semuanya operasi plastik. Halooo. Produk jualanan mereka dihargai tidak masuk akal dan selalu sold out. Halooo. Ini teh orang2 knapa makin mundur sih. Dulu oplas itu tabu. Sekarang malah pelakunya jadi idola, jadi icon, dan jadi kiblat. Sedikit menggali ternyata bukan hanya itu, m.b.a, p.d.a, violence, nudity, not to mention transformasi total sang ayah berubah wujud menjadi orang lain. Apa coba yg mereka ajarkan ke public, all over the world.. Menurut saya luar biasa. Kadang saya mencelos, ya Allah satu postingan instagram mereka bisa membuat damage berapa juta remaja dunia? Prestasi besar mereka adalah paradigm shifting dari yg terlarang jadi boleh, jd prestasi, jd hal yg pantas ditiru, jd hal yg harus disupport. People love them. Hallo, please, please be smart.. 

Ya sama aja dengan kasus sebelumnya. Kita keberatan akan sesuatu yang lokal tapi mengelukan asing yg nyata salah. Tutorial make up ala mba k, mba k, dan mba k (ya namanya depannya k smua).. itu bukannya hasil oplas semua ya, knapa kita yg udh dikasih alami mau niru2 yg palsu.. Saya seringkali membenarkan. Ah kasian ya mba mba ini. They are so lost. Atau ah mba mba ini cantik cantik ya. Ah lipstik mba nya kayaknya cantik dan booming. Alhamdulillah mahal jadi gak kebeli. Tapi cara pikir mengikuti trend seperti ini gak akan membawa kita menjadi lebih baik. Double standar. Paradigm shifting. Hypocrite. Di satu sisi mengidolakan yg salah, di lain waktu menghina yg salah. Sama-sama salah tapi beda standar.

Terus terang saya kadang pusing/bingung. Upaya fit in into the community kadang membuat blur yang benar dan salah. Atau mungkin sekedar ikut tren. Masih byk sih kasus lainnya. Korupsi kecil2an misalnya. Ikut demo nagih janji pemerintah tapi ujian nyontek misalnya. Dosen yg sekolah lagi buat jadi pengajar lebih baik tapi pas ujian nyontek. Trus nanti gimana cara nyuruh mahasiswa/anaknya jujur? (ah drama contek mencontek ini dari S1, S2 sampai sekarang saya gak pernah bisa move on). Ah sudahlah. Saya juga merasa masih banyak yg perlu dilakukan untuk memantaskan diri menjalani peran dan amanah saat ini. Tapiii.. ah sudahlah..

Well, buat hal ini saya benar-benar butuh dicerahkan. Dibukakan mata pikiran dan hati untuk membedakan benar salah dan stick to it. Jaman sekarang membedakan benar salah bukan lagi soal kedewasaan dari sisi umur. Wawasan dan tentunya nurani perlu dipake. Dan dua hal ini yg saya merasa masih kurang tajam.

Ya Allah lindungilah kami dari bencana degradasi moral, paradigm shifting yang mengaburkan atau justru malah memutar balik hal yg benar dan salah, dan kebuntuan mata hati. Bukakanlah hati kami untuk kebenaran serta keinginan untuk terus belajar menemukan kebenaran itu. Kembalikanlah hati kami agar mengidolakan yang pantas diidolakan, Nabi Muhammad, dan membaca kembali petunjukMu dalan Al-Quran. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s