Menata Prioritas – NHW #7 Matrikulasi IIP

Tugas dalam kelas matrikulasi ini menurut saya berkesinambungan di setiap tahapannya. Kami diminta melihat lagi tugas sebelumnya, diperbaiki, dan digunakan pada tugas berikutnya. Sebenarnya, jika mengikuti dengan benar, tidak perlu disuruhpun akan tersadar bahwa harus revisi. Pada tugas kali ini kami diminta melakukan assessment bakat melalui http://temubakat.com oleh Abah Rama. Setelah itu, kegiatan-kegiatan yang ditulis pada NHW #6 dipetakan ke dalam 4 kuadran, yang merupakan mekanisme penentuan prioritas. Berikut adalah hasil asessment temubakat saya. 

Screen Shot 2017-03-11 at 6.04.28 AM
Hasil assessment temubakat

Selanjutnya tentang pemetaan prioritas kegiatan. Ada beberapa tambahan kegiatan (dan mungkin kelak bertambah lagi) dari NHW #6 yang saya masukkan ke dalam sini. Hasil  interpretasi saya terhadap tugas ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Screen Shot 2017-03-11 at 6.55.42 AM.png
Menata Prioritas Kegiatan

Kuadran 1 (kiri atas) merupakan prioritas tinggi dengan tenggat waktu (deadline) segera.
Kuadran 2 (kanan atas) merupakan prioritas tinggi namun tenggat waktunya tidak dekat.
Kuadran 3 (kiri bawah) merupakan kegiatan penting namun usahakan didelegasikan jika memungkinkan, atau dikerjakan dengan tidak meninggalkan hal-hal di kuadran 2.
Kuadran 4 (kanan bawah) merupakan kegiatan kurang penting, didelegasikan jika bisa, atau justru dihindari. Bisa dilakukan pada menjelang istirahat.

Hal yang saya pahami mengenai 4 kuadran ini jika dikaitkan dengan hasil temubakat (talent mapping) antara lain:

  1. Prioritas dan fokus kita seharusnya berada di kegiatan-kegiatan pada kuadran 1 dan kuadran 2.
  2. Kuadran 1 mutlak harus dikerjakan sendiri, namun PR nya adalah konsistensi. Hehe..
  3. Kuadran 2 hal yang juga harus dikerjakan secara rutin walaupun tenggat waktu tidak dekat. PR nya adalah untuk mengerjakan kegiatan di kuadran 2 adalah ‘memulai’. Setannya banyak hahaha. Jadi ujungnya kegiatan kuadran 2 ini sangat penting namun seringkali terlupakan dengan kegiatan-kegiatan di kuadran 3 dan 4.
  4. Hasil temubakat mengatakan bahwa kekuatan saya ada di selector dan stategist, dengan demikian saya cocok untuk delegasi untuk beberapa pekerjaan dan memilih orang yang tepat untuk mengerjakan hal-hal di kuadran 3.
  5. Hasil temubakat mengatakan bahwa saya kurang cocok untuk kegiatan administratif, sehingga memang perlu mendelegasikan hal-hal terkait administrasi (jika memungkinkan) ke pihak lain. Memang saya rasakan untuk membuat 1 surat atau dokumen resmi 5 halaman bisa butuh waktu berjam-jam, dan revisi berkali-kali pula setelah itu. Berbeda jika saya diminta menulis 5 halaman tentang perkuliahan atau materi training/edukasi, maka akan lebih cepat selesainya.
  6. Hasil temubakat mengatakan bahwa kekuatan saya ada di evaluator, hal ini memungkinkan saya memiliki banyak ide dan rancangan implementasi ide tersebut. Akan tetapi saya butuh orang lain untuk membantu merealisasikannya. Saya merasakan dan menyebutnya ‘menitipkan mimpi’. Alhamdulillah hasil kekuatan temubakat berikutnya adalah educator, dengan demikian saya bisa melakukan pengajaran sembari menitipkan mimpi itu ke para mahasiswa saya. Bukan memaksakan sifatnya,  akan tetapi lebih ke memberikan wawasan dan wacana. Jika ada yang tertarik maka akan dipandu dan bersama-sama mewujudkan. Jika tidak, maka bukan masalah 🙂

Sekian dulu tulisan tentang belajar menentukan prioritas yang dikaitkan dengan kekuatan dan kelemahan saya. 🙂 Semoga bisa terus belajar dan memperbaiki diri. Amin.