Day #4 Benarkah Teteh Auditori?

Jadi day#4 itu bukan hari menyenangkan dan penuh semangat mengamati teteh dan gaya belajarnya.. Malah justru jd hari mempertanyakan sebenarnya gaya belajar itu sederhana visual kinestetik dan auditori kah?

Dipikir2 untuk anak usia dini, belajar lebih banyak tentang kemandirian, keterampilan dasar hidup, dan agama.. bukan ke kemampuan kognitif dan akademis.. Untuk meningkatkan kemampuan kognitif mungkin 3 tipe belajar di atas bs dipake.. Nah big question is klo dipake buat keterampilan dasar hidup gimana.. yg sebenarnya basicnya more practice, better..

Gedeg banget udh ngingetin segala rupa dari cara alus sampai penuh ancaman, dan yg ultimate sampai bikin rumah jd hostile area.. senggol bacok.. eh gak segitunya, senggol, diomelin.. karena mamah manyun sepanjang waktu karena bubar terus toilet trainingnya teteh di umur udah 5..

Anaknya tipe auditori.. yang bakat juga di linguistik.. kemampuan merangkai kalimat dan kata-kata, serta mengulang bahasa asing menurut saya di atas rata-rata.. namun untuk life skill sepertinya bakat dan gaya belajar tidak bisa diterapkan sepenuhnya.. justru makin ahli berargumen dan berkata-kata.. janji.. deal.. nanti sebentar lupa.. dan lempeng.. Akan tetapi dia paham instruksi dan konsekuensi.. Konsekuensi yang saya pikir sulit dan gak banget, sehingga membuat dia memilih untuk tidak berbuat kesalahan..

Puncaknya teteh sampai bisa instinja dan cuci celananya sendiri, karena itu bentuk konsekuensi kalau dia p*p di celana.. ya bisa.. dan bersih.. yg kita orang dewasa pasti terbengong-bengong bisa bersih begitu..

Akan tetapi tetap aja sampai sekarang belum menemukan cara yang tepat untuk membuat paham dan menerapkan.. mendengarkan instruksi bahwa gak boleh gak boleh gak boleh.. or diancem ditinggal klo ngulangin.. tetap aja gak kena.. bisa gitu ya.. hahaha.. emaknya sutris.. sutris karena jaga kewarasan gak ngamuk-ngamuk itu susah.. karena kali ini life skill dan kemandirian yang coba dilatih itu prinsip sekali.. kaitannya sama kebersihan, dan najis.. lebih sutris lagi kalo ngebayangin najis kececer trus gak bisa shalat.. huaaa..

bismillah teteh,, semoga someday lulus toilet training.. udah lulus dari lama sih.. lebih tepatnya, gak ada ‘kecelakaan’ yg bikin mamanya spaneng lagi..

One thought on “Day #4 Benarkah Teteh Auditori?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s