Story of Tree of Wisdom – part.2

Creating Reading Habit Day #5

Haaiii.. topiknya masih menyambung dari artikel hari sebelumnya tentang Tree of Wisdom, sebagai bentuk improvisasi dari pohon literasi..

Pada artikel ini saya jelaskan tambahan fitur untuk pohon literasi sehingga menurut saya menjadi layak disebut Tree of Wisdom..

Liat bulet-bulet pada gambar calon daun berikut.. Nah itu buat tempat menulis value/principle mendasar yang diperoleh setelah melewati fase pencerahan.. Momen yang tentunya datang tanpa direncanakan, dan datang hanya jika proses membaca sudah dilakukan dengan banyak dan benar..

IMG_4844.JPG
Calon daun

Saya belum menemukan istilah yang cocok apa ini selain life value/life principle.. jadi ya sementara itu dulu ya..

Ide menambahkan life principle ini berawal dari hasil pencerahan saya bahwa membaca banyak itu tidak selalu membawa kemajuan berarti.. Ada kalanya yg dibaca tidak relevan, ada kalanya sangat relevan, dan ada kalanya relevan baru bertahun-tahun kemudian.. Jadi perlu suatu pegangan yang kuat, sebagaimana filosofi dari batang dan dahan itu sendiri.. Bagian yang begitu kuat menyangga banyak daun yang tumbuh di dirinya.. Pada kehidupan nyata, saya analogikan sebagai jangkar yang menjaga kita dari banjir informasi maupun pengetahuan di era keterbukaan informasi saat ini..

IMG_4849.JPG
Our life principles (baru segini, krn emg baru segini hasil semedinya)

Sejauh ini ada 4 hal yang saya pahami dan perlu selalu dijadikan pegangan agar tidak hanyut dan tersesat ketika dihadapkan berbagai teori dan berita.. Hal yang seringkali memiliki kecenderungan konflik satu sama lain, atau sekedar tidak sesuai dengan konteks keluarga kami..

FAITH

Semuanya berawal dan berakhir pada suatu hal kan.. Iman kepada Allah.. Hal paling mendasar yang diperlukan manusia sebagai ciptaanNya.. juga hal utama yang menjadi jawaban atas pertanyaan paling dasar manusia, yaitu buat apa saya diciptakan.. Sebagai orang muslim pasti sadar jawabannya 1, untuk beriman dan beribadah kepada Allah.. Selanjutnya interpretasi masing-masing lah yang membuat jadi terlihat berbeda..

HONESTY

Kejujuran sekarang bukan barang murah.. But honesty is a must.. Jujur ketika kecil memang mudah.. Jujur ketika situasi aman terkendali juga mudah.. Akan tetapi hidup yang dijalani, serta akan dijalalani kelak oleh anak-anak belum tentu selalu dalam genggaman..

FAMILY

Family is a home.. tempat berpulang setelah lelah berkarya maupun mencari ilmu di luar..

Family is our main context.. Jika kita membaca sesuatu pasti secara tidak langsung harus dipetakan ke diri seberapa cocok.. Oleh karena itu kita perlu pegangan konteks apa yang selalu bisa dipakai untuk hal ini.. Keluarga.. Peran dalam keluarga.. dan Bagaimana keluarga mau dibawa ke depannya.. Itulah yang seharusnya jadi konteks dalam setiap usaha memahami suatu ilmu baru dan terapannya..

FITRAH
Seiring banyaknya berbagai teori, tips, do’s and don’ts tentang banyak hal.. Satu hal yg bisa dipakai utk memilah adalah nurani.. Nurani menurut saya mengikuti fitrah penciptaan manusia di dunia.. Oleh karena itu ketika mengikuti fitrah manusia dalam berbagai hal, semua terasa lebih mudah, tapi juga benar..

#Day5
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst