Menggali Makna Komik Sufi Rumi

Hai masuk hari ke-7 untuk membentuk habit membaca.. hari ke-7 ini diisi oleh ayah yg membacakan komik sufi Rumi. Runni tertarik karena tulisan namanya mirip. Ayah tertarik ntah kenapa. Mamah tertarik karena filosofis, yang tapi akhirnya gagal tertarik karena gak paham juga apa makna atau lesson learned nya.
Yg diceritakan adalah Kodong dan Tikus yang saling mengingat kaki supaya mudah bertemu dan tak terpisahkan. Ketika tikus disambar burung, kodok pun ikut tertarik karena kakinya terikat.

Agak absurd memang untuk yang otaknya dangkal dan berharap cerita yang lebih subtle. 

Maknanya sesederhana pilih-pilih teman yang membawa pada kebaikan, bukan sebaliknya.

Ya tapikan sapa yang tau tikus bakalan disambar burung hahaha..

Anyway, kalau kemarin sama mamah banyak distrasinya karena mamah kebanyakan mikir. Kali ini kalau sama ayah distraksinya adalah bocah kebanyakan nanya dan komentar yg bukan isi ceritanya.. Ya kan dia belum bisa baca.. Jadilah modalnya lihat gambar.. Jika menurut dia gambarnya ada yang janggal maka akan ditanya terus. Padahal seringkali jawaban atas pertanyaannya: ya emang orangnya ngegambar udah begitu. Reaksi yang sama jika dia sedang dibacakan buku bergambar lainnya dan gambarnya kurang sreg.

“Knapa kodoknya bulet”

“Knapa mukanya gak kayak senyum padahal senang”

“Knapa dia senyum sendiri mamah, temennya semua cemberut karena diganggu”

Padahal kan emang itu salah gambar (T_T).. Bingung jawabnya.

Memang sih di Islam disuruh jawab pertanyaan bocah dengan benar. Ya kebenarannya suka sangat sederhana yang bocahnya juga gak terima hahaha…

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst