Memahami Ilmu melalui Buku (yang katanya) Kontroversial

Haiii… Kali ini dokumentasi kegiatan membaca adalah untuk ayah dan mamah.. Pas di Yogya nemu buku ini punya adik.. Semacam akhirnya paham landasan berpikir teman-teman yang sering disebut dalam raw-addict.. hihihi.. padahal mah sama-sama manusia ya, tapi pembedaan ras bukannya berkurang, malah semakin bertambah seiring aliran parenting, aliran cara makan, cara olahraga, cara menyekolahkan anak, dan lain-lain..

Fakta_The_Miracle_Of_Enzyme___Hiromi_Shinya

Jadi setelah membaca buku ini ya kesimpulannya dapat insight baru yang benar-benar baru dan belum pernah dengar sebelumnya.. It’s nice to know.. Diikuti atau enggak? Ada dua alasan mengapa belum ada rencana mengikuti..

Yang pertama adalah denial karena sesungguhnya jauh sekali dengan pola hidup yang dijalani saat ini, yang sebenarnya sudah dicap lumayan sehat oleh saya dan suami.. Untuk 100% bisa menjalani masih angan-angan belaka dan perjalanan jauh.. Tentunya hal-hal umum seperti minum banyak air, bahagia, dan istirahat cukup kembali menjadi reminder.

Yang kedua adalah dari sisi pertumbuhan ilmu.. Jika buku ini 100% benar, terus perjalanan keilmuan ilmu kesehatan dan kedokteran ratusan tahun ini bagaimana pertanggungjawabannya? Keilmuan yang dikembangkan dengan usaha dan upaya yang benar-benar ketat metodenya dan menjadikan integrity manusia sebagai landasan.. Setelah saya belajar mengenai metode penelitian, satu jalur keilmuan yang menjadi kiblat adalah ilmu kesehatan.. Ilmu yang dikembangkan dengan metode yang sangat presisi dan mampu dipertanggungjawabkan sampai ke level detail karena menyangkut nyawa manusia.. Oleh karena itu bukan tempat saya yang ilmunya cetek, beda bidang pula semena-mena menilai yang mana yang benar dan salah.. Yang mana perlu diikuti dan yang mana yang tidak.. Perlu kembali membaca sebelum bisa menilai, terutama yang justru dari pemikiran yang berbeda.. Seru lho sebenarnya yang seperti ini.. Kita bisa menemukan kebenaran ketika melihat 2 atau lebih pemikiran berbeda dimana kesamaan di antara merekalah yang kemudian menjadi kebenaran yang sebenarnya.. Kerepotan yang sebenarnya tidak perlu jika mampu menginterpretasikan isi Quran dan Hadist dengan benar.. Masalahnya belum mampu juga (si sayanya).. hehehe..

Hal yang saya suka ambil dari buku ini adalah konsepΒ holistic approach.. Pendekatan menyeluruh dalam memandanga sebuah objek, baik itu kesehatan, anak, maupun topik ilmu itu sendiri.. Sebagaimana ilmu parenting juga, mengambil ilmu sepotong-sepotong akan menjerumuskan kita sendiri, dan orang lain juga jika belum apa-apa sudah kita re-share sebelum cross-check sumber.. Ujung-ujungnya ya kembali ke keharusan untuk terus belajar dan mencari tahu kebenaran, memelihara rasa ingin tahu, dan menahan diri dari menyebarkan ilmu yang belum bisa dipertanggungjawabkan..

illiterate and hoax
versus
curiosity, reading, and digital literacy

#Day11
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst