Gadget & Digital Literacy

Generasi milenial vs Gen-Z

Generasi milenial itu kita, orang tua jaman now.. yg hidup di era sblm & sesudah digital.. Anak kita itu Generation-Z, digital innate (dr sononya digital), yang gak ngerti ada masa sebelum Google..

Maka rasanya sulit sekali melakukan apa yg namanya kontrol gadget ke anak.. Kitanya aja masih belajar ngontrol diri, dan jg hrs belajar ngasih tau bocah yang emg dari sononya pinter segala sesuatu berbau digital..

sebuah pencerahan dalam bentuk pertanyaan: benarkah gen-z itu memang dari sononya digital? atau ini hanya dampak dari gadget beserta segala fiturnya yang dibuat semakin mendekati intuisi manusia?

Tren Teknologi

Mungkin gak era hp, facebook & whatsapp berakhir? Mungkin. Tapi bukan balik ke masa tatap muka, melainkan digantikan teknologi yg lebih canggih lagi..

Mungkin gak era gugling berakhir? Mungkin.. Tapi apa kembali ke era menyusuri lembaran buku utk 1 jawaban?

Cara belajar itu berubah seiring kemajuan teknologi

Self-directed learning

Jika kita diberikan umur panjang, maka kita akan menyaksikan masa dimana belajar tdk lagi berupa arahan.. Belajar kelak motivasi utamanya sederhana: curiosity
Karena semua bahan dan alat sudah tersedia..

Persoalannya adl apakah kita/anak kita mampu mengeksplorasi sendiri, memilih ilmu yang tepat, memilih sumber belajar yang tepat, & memilih cara belajar yg tepat?

Digital literacy

Oleh krn itu kita perlu kenal sama yg disebut kemampuan digital (digital literacy).. Ini bukan soal mengoperasikan gadget.. Bukan pula soal bikin aplikasi di gadget.. Apalagi soal benerin gadget yg kecemplung ke air (curcol).. Bukan..

Ini hanya ilmu dgn tujuan sederhana: mampu memanfaatkan teknologi/media digital dengan bijak.. Isinya hanya bagaimana cara menerima informasi dan menyampaikan informasi..
Sederhana ya? Tp susah implementasinya hehe..

Kemakan hoax, gampang.. Jempol ringan nge-forward artikel ‘bagus’ lebih gampang lagi.. Baper baca newsfeed, oh tiap hari (ini juga curcol)..

Padahal itu hal mendasar..

Pernah gak nulis status/komentar di socmed trus menyesal? atau gak sengaja menyinggung orang lain? atau sekedar share artikel yang kita terima padahal kemudian diketahui itu salah?

Ini juga hal mendasar..

Tantangan orang tua jaman now itu bukan hanya yg serem-serem seperti predator anak, cyber-bullying, atau pornografi.. Tantangan kasat matanya adalah membersamai anak mampu memilih apa yang mereka boleh dan tidak di media digital.. Apa yang harus tetap dilakukan manual, dan apa yang bisa digantikan teknologi..

Steril gadget bukan bukan pilihan, tapi filter itu keharusan

Maka pilihan keluarga kami adalah melatih anak-anak agar punya kemampuan filter konten.. Adik belum.. Teteh dibolehin pinjem HP tapi dengan sederet aturan yang juga upaya melatih kemampuan digital literacy dia.. Ini juga separo galau, di satu sisi tau ini keharusan mutlak, tp di sisi lain zero knowledge tentang psikologi perkembangan yg cocok utk menerapkan hal ini.. Barangkali ini seninya jd ortu ya.. Finding the truest truth suitable for our kids

Sedikit tulisan lebih jauh membahas hal ini bisa dilirik di:
https://amaliarahmah.com/2017/09/22/satpam-youtube-prinsip-yang-dipakai/
atau berkenan mampir ke buah cinta kami utk para gen-z di:
https://attitude.web.id/

Ilustrasi dan materi serupa yang kemudian disampaikan esok harinya pada kegiatan seminar parenting era digital dapat dilihat melalu slide di sini.

Digital literacy is about raising awareness, not fear living to the fullest in the digital era

Ini adalah tulisan yang dibuat untuk sharing di komunitas IIP Depok & ibu-ibu TK di lenteng agung timur