Review Pandu 45 (part.1)

Pandu 45 merupakan panduan melihat potensi kekuatan anak melalui ragam aktivitas. Materi ini disusun oleh ibu Septi dan pak Dodik yang merupakan founder IIP. Dalam ranka nge-blank mau menulis apa di game ke level 7 ini, padahal baru masuk hari ketiga, maka tetiba ada ide muncul. Bagaimana kalau membahas tentang ‘How’ dalam mengamati bakat dan binar anak-anak. Sesungguhnya di sini mati kutu karena binar itu muncul ketika bermain, bukan ketika belajar sesuatu. Jadi barangkali ini pertanda bahwa perlu belajar ilmu pendukungnya dulu, yaitu apa dan bagaimana mengamatinya.

Pada tulisan ini saya mencoba membahas mengenai ciri-ciri bakat anak menurut pandu 45. Diawali dengan penjelasan istilah ‘kekuatan’. Hal yang dibentuk melalui minat dan bakat, harus keduanya. Sehingga dalam pelaksanaannya, tidak hanya bisa, tapi juga enjoy, dan bisa menghasilkan (produktif). Adapun ciri-ciri ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Yearning – hasrat tinggi sampai lupa waktu
  2. Rapid Learning – mudah mempelajarinya ketika yang lain tidak
  3. Flow – alami dalam menjalankan aktivitasnya
  4. Glimpses of Excellent – selalu mendapatkan hasil istimewa
  5. Satisfaction – mendapatkan kepuasan hati
  6. The Universe Support – seisi dunia mendukung dan memudahkan

Nah itu dulu pembahasannya sebagai bekal emaknya Runni dan Kala mengamati duo krucil ini.

~ Penerapan ~

Jika dipetakan terhadap Runni dan Kala untuk poin 1, maka isinya masih seputaran main dokter-dokteran, masak-masakan, rumah-rumahan. Jadi belum keliatan bakatnya hahaha. Untuk poin 2, teteh sangat cepat merangkai kata, adik intuisi terhadap instruksi dan cara guna barang. Poin 3 diterapkan teteh untuk beberapa hal, yang kesemuanya dia belajar melalui youtube. Untuk poin 4 ditampilkan teteh di sekolah pada hal gambar dan aktivitas fisik yang memicu adrenalin tapi tidak kotor-kotoran. Pegang cacing jadi tidak termasuk ya. Hihihi. Pada poin 5 semua hal baru yang berhasil dilakukan tanpa diajari biasanya membuat teteh dan adik bertepuk tangan. Si teteh melanjutkan kejayaannya dengan cerita ke semua orang hihihi. Poin 6 mungkin hanya anaknya yang bisa merasakannya ya, namun dia belum tahu hal-hal magic atas kebesaran Allah semacam ini 😀 Maybe later.