Review Pandu 45 (part. 4)

Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai latar belakang mengapa Pandu 45 ini diperlukan. Selanjutnya paparan dalam Pandu 45 menjelaskan bagaimana aktivitas untuk menemukan bakat anak.

Ibu Septi dan Pak Dodik mendefinisikannya melalui tiga hal yang disebut sebagai “tiga kaya”: kaya wawasan, kaya kaya kegiatan, dan kaya gagasan.

Sebelum masuk ke pembahasan detail untuk setiap ‘kaya’ ini saya sebenarnya penasaran mengapa bisa sampai tiga hal ini yang digunakan beliau berdua dalam mengelompokkan aktivitas yang menunjukkan bakat maupun menstimulasi bakat tersebut.

Jika mengkaitkan dengan Bloom Taxonomy versi revisi, referensi yang banyak diacu sebagai ragam tujuan pelaksanaan edukasi, ketiga kelompok aktivitas versi Pandu 45 ternyata selaras.

Wawasan – remember, understand

Kegiatan – apply, analyze

Gagasan – evaluate, create

Hebat deh hehe. Yang satu versi pengalaman bertahun-tahun, yang satu hasil penelitian bertahun-tahun. Ya namanya ilmunya bersumber dari Pencipta yang sama, maka ujungnya akan sama juga ya 🙂 Konsep yang komprehensif dimana umumnya kita berhenti sampai wawasan atau kegiatan, atau best case, keduanya. Lupa bahwa kedua hal itu bisa jadi bekal untuk menciptakan sebuah solusi atas masalah yang ada.

Implementasi ke bocah tentunya tetap salah satu dalam suatu waktu. Karena emaknya kurang mumpuni #eh.. Tapi yang namanya taksonomi emang mewakili suatu hal yang bertahap sih ya. Maka penerapannya perlu bertahap juga kan. Walaupun langsung dua atau ketiganya dalam suatu waktu juga tidak menutup kemungkinan.