Review Pandu 45 (part.5)

Kaya Wawasan

Tadinya saya mengira wawasan itu sesederhana banyak baca banyak lihat. Akan tetapi wawasan yang dimaksud di dalam Pandu 45 adalah dalam rangka memperkaya kamus peran-peran yang ada di muka bumi ini. Saya memahami maksud dari ibu Septi sebagai pembekalan untuk anak-anak dalam menetapkan dulu tujuan, sebelum mengikuti proses belajarnya.

Memperkaya wawasan peran-peran manusia di muka bumi ini tidak hanya agar tahu kelak anak bisa menjadi apa, tetapi agar tahu juga untuk saling mengahargai setiap peran. Bahwa tidak ada yang lebih dari satu sama lain, selama niatnya sama-sama untuk kemuliaan dan kemaslahatan umat.

Kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka memperkaya wawasan antara lain: silaturahmi, menonton video berbagai profesi, magang, diskusi, role play, field trip.

Untuk yang dua terakhir mamak dan ayah mati kutu. Hahaha. Untuk diskusi dan magang (kelak) masih terbayang bagaimana pelaksanaannya. Untuk poin pertama memang sangat kurang sekali. Entah kenapa mamah dan ayah memiliki kesamaan lebih suka mojok di antara keramaian, daripada ikut di keramaian. Maka akhirnya jadi jarang maen sama yang lain-lain, dan hepi hepi di rumah aja sama anak-anak. Yah, tapi akhirnya ada pendorong baru bahwa silaturahmi ini bagian memperkaya wawasan anak juga ya.

Poin menonton tentunya jadi alternatif paling feasible karena bocah memang suka nonton. Dulu dia suka menonton yang namanya Kalea P, dengan berbagai jenis profesi yang diceritakan. Lumayan sih buat wawasan. Mungkin ini bisa jadi pengingat untuk kembali lagi mengencangkan filter tontonan teteh agar lebih bermakna dan produktif.

Sumber gambar: http://ferver.com.br/8-formas-de-se-preparar-para-o-consumidor-2-0/