Review Pandu 45 (part. 13)

Adversity quotient: Climber, Camper, Quitter

Adversity Quotion (AQ) adalah salah satu cabang ilmu psiklogois untuk mengukur kepribadian seseorang. AQ merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menghadapai masalah hidup. Sekarang ini mulai banyak pendekatan pendidikan yang tidak hanya memandang kecerdasan IQ, namun juga EQ, dan sekarang AQ. Secara fitrah, selalu ada keinginan manusia untuk selalu lebih baik. Hanya saja seiring waktu hal-hal ini menjadi terlupakan. AQ kembali mengingatkan kita bahwa dalam membersamai para bocah perlu juga stimulasi agar fitrah mereka untuk menjadi manusia Climber selalu tumbuh dan ada.

Climber

Seseorang yang selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik, mempunyai daya juang yang besar. Tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki sekarang. Senantiasa belajar dan belajar, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik

Camper

Seseorang yang merasa puas dengan apa yang sudah dihasilkan. Merasa nyaman dengan kondisi sekarang, merasa cukup dengan apa yang sudah dicapai. Hal ini menyebabkan berhentinya pengembangan diri dan prestasi yang dia torehkan selama ini.

Quitter

Seseorang yang memilih menjalani kehidupan ini dengan datar-datar saja. Tidak ada gairah, tidak berani mencoba, menyerah sebelum malakukan, sibuk dengan khayalan- kesuksesan. Menunggu adanya hujan emas dari langit. Sering murung, frustasi, kecewa terhadap perjalanan hidupnya.

-Paul Scholz

Sumber: bit.ly/pandu45
Sumber gambar: http://roykewarella.blogspot.co.id/2014/05/adversity-quotion-aq.html