Creating the Real Memories


Beberapa waktu lalu saya mencelos, era digital dimana semua hal bisa di-memorize dgn foto dan video memungkinan ada suatu hal yang hilang.

Creating the real memories🌠

Foto, berita, video akan sambil lalu bergerak dari waktu ke waktu. Tidak ada yang memorable, karena tidak ada waktu untuk menciptakan memori itu. Semua bergerak cepat, klik klik kemudian share, lanjut menghitung like, atau menanggapi comment. Cerita selesai. Tidak ada waktu utk melihat ulang, menyusun ke dalam album, apalagi menceritakan kembali. Mudah-mudahan ini hanya saya yang mengalami. But this is it. It’s enough.

Kadang ada keinginan libur dari dunia hanya untuk menyusun foto-foto atau file berantakan yang ada di laptop. Yah mungkin hanya efek konmari yang tidak tersalurkan.

Foto, video, album semua sudah bisa otomatis. Hanya tulisan dari ibundanya lah yang tidak tergantikan. Tulisan yg mungkin saja tidak tertata kalimatnya karena ditulis di tengah kantuk luar biasa.πŸ‘€πŸ˜΄

Maka ibu, tulislah kenangan itu.. walaupun hanya 1 kalimat. Karena itulah yang kelak tertinggal sebagai memori kita dalam membersamai anak.



Dituliskan dlm sharing bunda sayang

Note: masih dalam season 8 Bunda Sayang yang banyak episode rejeki ketiduran