I for Idea

Teteh itu mulutnya semacam radio. Siarannya gak berenti-berenti kecuali lagi tidur dan nonton. Itupun kalau tontonnya menarik dia kembali siaran berupa never ending question atau sekedar karena dia teringat sesuatu.

Jika sempat diperhatikan apa yang keluar dari mulutnya itu semacam proses di otaknya. Namanya bocah kan synaps otaknya masih banyak yg belum berhubungan. Nah karena dia nonton atau ngobrol atau baca (lihat) buku, maka proses menyambungkan jaringan di otaknya pun berjalan. Lucunya adalah ketika hal itu disuarakan. Maka jadilah siaran tanpa henti.

Kalau mamahnya lagi adem dan waras sih gakpapa. Masalahnya gak liat waktu dan tempat. Jadi sering juga diamuk untuk menunggu sebentar.

Runni, mamah is in the middle of something. Tunggu dulu baru dijawab. Mamah butuh mikir.

Semakin lama challenge ini semakin berat menarik. Dulunya saya bisa multitasking, kerja sambil dengerin. Sekarang kemampuan itu malah berkurang. Fokus yang dibutuhkan semakin besar apalagi kalau sedang di jalan atau malam hari. Sehingga idealisme apapun pertanyaan atau cerita anak yang kudu didengerin, jadi tidak selalu bisa dilaksanakan.

Sesekali semua kerjaan dan HP diletakkan dan iseng ndengerin sejauh apa sih dia bisa siaran tanpa interupsi mamah. Interupsi nyuruh diem sebentar karena mamah butuh fokus atau menunggu sebentar karena butuh mikir untuk bisa menjawab pertanyaan dia yang ajib.

Hasilnya adalah gambar di atas. 😂 Saya rekam dan kirim ke bapaknya obrolan sepanjang jalan pulang. Nah saya memahami bahwa itu adalah cara dia belajar, dan mekanisme otaknya bekerja. Maka kalau diikuti bisa muncul IDE ajaib yang gak disangka-sangka. Proses penyambungan jaringan otak tentunya memunculkan bentuk pemahaman baru yang kemudian keluar jadi ide atau kreativitas dia.

Siaran setengah jam itu diakhiri dengan dia buat lagu tentang apa yang dia pelajari paginya. Disuruh mengulang pun nadanya masih mirip-mirip. Baru tahu dia bisa begitu. Melagukan materi belajarnya sehingga habis itu langsung hapal mati.

Iseng saya tanya diajari siapa lagunya. Dia bilang bikin sendiri. Maka pertanyaan diubah, diajari siapa tentang aurat? (Topik yang dia buat lagunya) Baru dia jawab gurunya. Hehe. Teteh udah gede, udah bisa mencari sendiri cara belajarnya 😊