V for Vantage Point

Coba lihat foto. Keluarga bahagia kan?! Ibu dan anak perempuan sedang damai dan cantik.

Sesungguhnya kita melihat apa yang kita mau lihat berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang kita tahu. Sebenarnya untuk memandang suatu masalah bisa saja berbagai sudut pandang digunakan. Tidak jarang berbagai masalah selelesai hanya dengan mengubah sudut pandang ini. Tanpa ada usaha lainnya. Padahal kalau mundur sedikit dan melihat “bigger picture”. Jreeng. Di balik foto mamah dan teteh yang ceria, ada anak laki kecil yang udah bete bin silau nunggunya.

lrg_dsc02113

Sama dengan ketika berjibaku mengerahkan berbagai strategi menangani kelakuan bocah. Kalau mau gampang tinggal aja sebut “ih kamu anak nakal deh”. Tapi kan emak-emak jaman sekarang udah pinter, tau itu gak boleh, tau harusnya ngomong apa, walaupun gak tau bahwa ngomong baik dan benar itu butuh kondisi sewaras-warasnya.

Saya selalu ambil gampang. Anak masih kecil. Maka semua yang salah terhadap dia, semisal milestone pertumbuhan atau keahlian atau kemandirian ada yang belum terpenuhi, maka itu salah orang tuanya. Hehe. Tapi kalau mamak mulai stres karena menyalahkan diri sendiri, maka pindah sudut pandang lagi. Bahwa semua itu butuh proses, jika belum tercapai bukan salah siapa-siapa. Memang belum indah pada waktunya saja. Kurang usaha. Kurang lama. Kurang doa.