Mendampingi Screentime Anak

Jadi sebenarnya mendongeng gak mlulu via buku, atau bikin cerita sendiri ya. Kemarin mencoba menyelaraskan antara jam nonton dengan kegiatan dongeng/menyampaikan value ke bocah.

Sebenarnya ketika dia nonton baik di tv mapun gadget yang penting kitanya menemani. Walaupun kadang mati bosan karena diulang lagi diulang lagi. Kadang juga yang ditonton cuma acara hiburan. Tapi sebenarnya bisa disisip2kan pertanyaan maupun reminder kepada dia tentang hal yang salah/benar. Walau tau salah tapi masih dikerjakan, ya setidaknya dia sadar dulu itu salah. Karena itu dasar yang mendorong seseorang untuk memperbaiki dirinya.

Cerita sedikit, kemarin itu juga bagian dari usaha saya dan teteh (adik juga kena imbasnya) detoks screentime. It’s indeed we need 21 days to create new habit, or erasing the bad habit and turn it into good one. Nah ternyata ujiannya bisa di hari ke-14. Si saya udah berhasil gak buka-buka website gak penting/nonton sebelum jam 8. Tapi setelah itu terus-terusan sampai jam 2. Nah si teteh juga. Kemarin-kemarin cenderung lancar, ngerengek sedikit-sedikit. Nah ini jadi kontingen bertahan atlit nangis. 5 jam saja dia nangis karena mau nonton. Mudah-mudahan setelah ini ya sudah lah. Lebih lancar ke depannya, dan upaya control gadget bisa berhasil. Amiin.

Ketika waktunya boleh nonton pun sembari sesekali ditemenin karena dia seneng cerita. Lumayan bisa ditanggapi dengan menyisipkan life value lesson.