Abas Ibnu Firnas

Beberapa minggu terakhir ini anak-anak punya mainan baru. Minta gendong ke ayah ala Abas Ibnu Firnas. Ide ini berasal dari tema pentas teteh yang berjudul The Fying Man. Ada 1 adegan dimana temannya digendong gurunya (yang pakai baju serba hitam) jadi dari bangku penonton terlihat si anak seperti terbang. Begitu melekatnya kisah ini di benak teteh karena dipentaskan oleh dia dan teman-temannya. Jauh lebih melekat jika kita ceritakan ke dia, ataupun nonton film bertema serupa.

Abas Ibnu Firnas adalah ilmuwan Islam di bidang kedirgantaraan. Beliau juga yang menginisiasi ide manusia bisa terbang. Berbeda seperti yang sekarang banyak kita kenal yaitu Wright Bersaudara sebagai penemu pesawat.

Beliau hidup di tahun 800an, tepatnya 810-887 (Lienhard, 2006) dari Spanyol. Sedangkan Wright Bersaudara (1867 – 1912) dari Amerika (History.com, 2009).

Dulu hanya tahu bahwa memang sebenarnya banyak perkembangan ilmu pengetahuan diawali peradaban Islam. Akan tetapi kemarin justru kami belajar dari anak bahwa salah satu perkembangan ilmu itu adalah bidang kedirgantaraan. Sebagai inisiator, keberhasilan beliau adalah sampai terbang beberapa saat menggunakan sayap buatannya (human-carrying glider) (Lienhard, 2006), yang jatuh berkali-kali. Percobaan terakhirnya membuatnya cedera di tulang belakang.

Temuan ini jadi memang belum menjadi pesawat yang bisa terbang sebagaimana berhasil ditemukan oleh Wright Bersaudara. Akan tetapi dapat kita ingat kembali bahwa ilmu pengetahuan tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan akumulasi atas temuan sebelumnya yang terus menerus dikembangkan.

Credit suatu invention sebenarnya tidak hanya pada penemunya, tapi juga berbagai penemu teori dan konsep sebelumnya yang menjadi referensi penemu tersebut.

Referensi: