πŸ„ Penguatan Konsep Gender πŸ„ (part.1)

πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€
Assalammualaikum, kami izin berbagi hasil diskusi
Tantangan Level 11 Bunda Sayang

πŸ’­γ€°γ€° Kelompok 2 γ€°γ€°πŸ’­
πŸ§•πŸ» Amalia Rahmah
πŸ§•πŸ» Ita Roihanah

Outline
PART 1
1. Pendahuluan
2. Faktor yg mempengaruhi
3. Kapan waktu yg tepat
4. Batasan penjelasan
5. Yg perlu diingat
6. Strategi pendidikan gender
7. Alternatif pemecahan masalah

PART 2
3 konsep penguatan & contoh berdasarkan pengalaman

PART 3
Challenge & Tips dr buku

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

πŸ‘§πŸ» PENGUATAN KONSEP GENDER πŸ‘¦πŸ»
By Kelompok 2 – Bunda Sayang #2 Depok

Part 1:

PENDAHULUAN

Screen Shot 2018-05-20 at 03.51.00
pembelajaran yang adil & berimbang

Menurut Montessori, dalam fase perkembangan anak terdapat masa sensitif anak yg ditandai dg begitu tertariknya anak dg suatu karakteristik tertentu dan cenderung mengabaikan objek-objek lain. Salah satu masa sensitif tsb adl sensitif terhadap aspek-aspek sosial kehidupan. Aspek-aspek sosial kehidupan anak, menurut Santrock, cenderung pada identitas, relasi sosial, dan gender.

Pada kenyataannya banyak orang tua yg menganggap bahwa masalah gender adl hal blm saatnya dibicarakan dg anak. Padahal jika orangtua memberi informasi yang cukup dan kesempatan belajar bagi anak, maka anak akan mnemukan identitas gender sesuai yg diharapkan.

Mendampingi anak belajar mengenai gender tidak hanya sebatas membatasi pilihan mainan anak, cara berperilaku dan berpakaian, serta bersikap pada orang lain sesama maupun lain gender. Tetapi, orang tua sungguh-sungguh mendampingi tumbuh kembang anak dan memberikan pendidikan gender yg adil dan berimbang.

βœ… Seperti menjelaskan pada anak tentang gambaran orang dewasa laki-laki dan perempuan dengan segala identitas yang melekat baginya, serta mengajarkan anak utk menghormati dan menghargai jenis kelamin orang lain.

βœ… Tidak boleh melakukan hal semena-mena terhadap kawan sesama jenis maupun lawan jenis, misalnya tidak boleh melakukan kekerasan fisik pada siapapun karena alasan gender.

βœ… Fenomena anak laki-laki yg tidak boleh sedih dan menangis/harus tampak gagah, maupun label anak perempuan yg harus tampak lemah, pasif serta manja harus dihilangkan.

~~~~~

Screen Shot 2018-05-20 at 03.51.11
definisi sosialisasi gender

πŸ‚ Menurut Encyclopedia on Early Childhood Development, sosialisasi gender adalah proses dimana anak belajar tentang penilaian sosial, sikap dan perilaku yang biasanya terkait dengan anak laki-laki dan perempuan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan gender pada anak. Dengan mengetahui perbedaan gender, diharapkan anak akan terhindar dari pelecehan seksual yg kerap terjadi saat ini.

 

πŸ‚ Faktor2 yg mempengaruhi pendidikan gender pada anak:
1. Faktor biologis
2. Faktor sosial: pengaruh pengasuhan, teman sebaya, guru, sekolah, media
3. Faktor kognitif: konsep sederhana dan konkrit yg ditangkap anak utk mengelompokkan jenis kelamin berdasarkan ciri-ciri fisik, seperti potongan rambut, pakaian, dsb

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk identitas gender anak.

πŸ‚ Lalu kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan perbedaan gender kepada anak?

Screen Shot 2018-05-20 at 03.51.43

βœ… Saat anak mulai belajar bicara, kita bisa mulai mengenalkan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan oleh perempuan dan laki-laki pada umumnya. Seperti cara berpakaian, cara bersikap, dan mainan apa yang sesuai dengannya.

βœ… Ketika anak mencapai usia 3-6 tahun, kita sudah mulai bisa mengajarinya tentang jenis kelamin, bagian-bagiannya dan menjelaskan pula apa fungsinya, mengapa berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Bila perlu, anak dapat dibacakan buku ensiklopedia organ tubuh agar anak mudah memahaminya melalui gambar.

Batasan yang perlu dijelaskan ketika anak saat sudah mulai mengerti ialah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bahkan terbuka, siapa saja yang boleh menyentuh alat kelamin atau organ sensitif lain, siapa yang tidak boleh menyentuhnya. Disini kita perlu menanamkan kewaspadaan terhadap orang asing kepada anak.

Yang perlu diingat adalah:
βœ… Memberikan pemahaman gender tentu diajarkan dengan perlahan dan berulang-ulang. Kita juga harus mampu melihat apakah anak sudah siap untuk menerima informasi itu atau belum.

βœ… Tidak tergesa-gesa membenturkan aktivitas anak dg stereotip gender

Hal penting yang kadang terlupa soal pengenalan jenis kelamin pada anak, orangtua sering secara tidak sengaja menguatkan stereotipe gender.

Apakah kita memuji anak perempuan atas penampilannya ketimbang tindakannya? Apakah kita mengatakan kepada anak laki-laki untuk menjadi kuat saat dia menangis? Atau anak perempuan yg memakai peci saat bermain. Dsb

Nah, jangan langsung mengaitkan perbuatannya itu dengan orientasi seksualnya.

Anak berumur 4-5 tahun memang suka meniru satu sama lain dan suka memainkan peran orang lain karena buat anak seusianya, gender merupakan konsep yang sangat berkembang. Proses pengenalan gender ini akan terus berkembang pula seiring anak beranjak dewasa.

βœ… Ajarkan rasa malu pada anak, saat mengajarkan konsep gender, secara bersamaan kita dapat mengajarkan konsep malu pada anak atas auratnya.

Oleh karena itu butuh pendampingan orangtua secara penuh dlm membangun karakter ini pada anak.

Screen Shot 2018-05-20 at 03.51.53

πŸ‚ Strategi pendidikan gender pada anak:
1. Metode Modelling
Misalnya, ibu mengerjakan pekerjaan domestik. Di waktu lain, ayah juga mengerjakan pekerjaan domestik — hal ini akan menanamkan pemahaman pada anak bahwa pekerjaan domestik tidak hanya dikerjakan oleh perempuan tetapi juga dilakukan oleh laki2.

2. Metode perlakuan
Misalnya, saat anak laki2 menangis, orang tua harus memahami apa yg dirasakan anak, jangan melarang ia menangis, karena menangis adl salah satu ungkapan emosi yg tidak hanya dapat dilakukan oleh perempuan, tetapi juga laki2.

3. Metode bermain peran (dramatisasi)
Misalnya, mengajarkan anak 3 th dengan permainan peran ttg pengalaman hidup, atau pura2 menjalani profesi tertentu sesuai buku cerita.

Melalui metode ini, anak akan mengenal jati diri, serta mendapatkan kesempatan mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya.

πŸ‚ Dalam prakteknya, sangat mungkin terjadi kesalahpahaman dalam mendidik anak ttg gender. Berikut alternatif pemecahan masalah kesalahpahaman gender pada anak:

Screen Shot 2018-05-20 at 03.52.02

1. Sampaikan dg bahasa komunikasi yg mudah dipahami anak

2. Tidak melarang anak dg cara yg kasar

3. Mengajak anak berpikir logis

4. Memberi gambaran ttg orang dewasa laki2 dan perempuan

5. Menanamkan pada anak sikap saling menghormati dan menghargai antar jenis kelamin

Sumber:
– Asti Nur Hadianti. Pendidikan Gender pada Anak Usia Dini. Dimuat dalam Jurnal EDUKASI.
– Mengajarkan Gender pada Balita. Diakses dari: https://www.annisast.com/2016/06/mengajarkan-gender-pada-balita.html
– Waktu yang tepat mengenalkan perbedaan gender pada si kecil. Diakses dari : http://nakita.grid.id/read/0219504/perhatikan-moms-ini-waktu-yang-tepat-mengenalkan-perbedaan-gender-pada-si-kecil?page=all