πŸ„ Penguatan Konsep Gender πŸ„ (part.3)

Part 3:
CHALLENGE & TIPS tentang IDENTITAS DAN PRILAKU

Disadur dari Buku Aku Anak Berani Bisa Melindungi Diri
oleh Watik Ideo (Rekomendasi KPAI)
Kumpulan Tips untuk Orang Tua

Note: tulisan ini hanya merangkum tipsnya saja, cerita dan alur lengkap bisa dibaca langsung dari bukunya. Baguus, ringan untuk anak-anak, dan mudah dipahami πŸ™‚

WhatsApp Image 2018-05-20 at 05.19.31

“Kenapa Aku berbeda?”
πŸ“Tips:
1. tenang jika anak bertanya organ reproduksi
2. jika anak bertanya lebih, jelaskan dgn bhs sederhana namun ilmiah
3. jika anak kritis, bs diperlihatkan gambar anatomi
4. ingat, anak tdk memikirkan pornografi selama kt bersikap wajar
5. ajak anak mengaktifkan otak kiri jika bertanya organ tubuh, sbgmn anak kedokteran belajar anatomi

“Pipis di mana?”
πŸ“Tips:
1. toilet training sejak 2 thn
2. biasakan tidak buang air di area umum/terbuka
3. biasakan toilet sblm bepergian
4. ajari anak mengenal toilet laki dan perempuan, dan jika memungkinkan ditemani sesuai gender (ayah utk anak lelaki, dan sebaliknya)
5. ajari cr membersihkan organ genital

Mengapa tidak boleh?”
πŸ“Tips:
1. sedini mungkin ajari anak memakai pakaian dalam dan luar
2. ajari pakaian dalam tidak boleh dibawa keluar
3. biasakan anak tidak pakai baju mini
4. hindari ganti baju di depan anak, permisi minta mereka keluar dr kamar dl
5. jgn marah, buatlah dia nyaman, jika anak bercerita hal tidak nyaman yg dialami di sekolah terkait aurat, genitalia, maupun sikap kurang baik dr temannya

“Sentuhan apa ini?”
πŸ“Tips:
1. jelaskan berbagai jenis sentuhan
2. ajari tdk menyentuh/memandang area pribadi orang lain
3. ajari anak utk menegur & melaporkan orang/teman yg melakukan sentuhan tdk pantas/memperlihatkan miliknya/melihat milik orang lain
4. posisikan anda sbg tempat berlindung dan bisa dipercaya jika dia bercerita
5. bekali anak dengan nomor darurat tmpt meminta tolong

“Darimana asalnya adik bayi?”
πŸ“Tips:
1. jgn marahi anak ketika mereka mulai bertanya tentang bgmn proses kehamilan dan reproduksi
2. jgn memberikan penjelasan tidak realistis: adik dr toko, dibawa peri, dll
3. tdk perlu detail memberikan penjelasan hubungan suami-istri, anak usia 3-7 gak kepikiran kesana
4. awasi tontonan di televisi, sekalipun kartun, harus di proof-watch dulu

πŸ“”Disunat, sakit gak sih?”
1. jika cukup umurm beri informasi khitan dan manfaatnya
2. jgn dipaksa jika masih takut
3. motivasi teman sebaya lebih ampuh
4. pilih saat yg tepat utk khitan (pas libur sekolah)
5. berikan kasih sayang dan motivasi

“Cerita atau tidak?”
πŸ“ Tips:
1. beri pemahaman kepada anak bhw kemaluan dan anus tdk boleh disentuh org lain
2. yakinkan anda bs dipercaya berbagi rahasia
3. bersikap tenang saat anak bercerita ttg kejadian tidak nyaman yg dialami
4. jgn memaksa bila anak merasa tidak nyaman bertemu orang tertentu
5. tanyakan penyebab dia gak nyaman
6. berikan informasi jk ada om om minta aneh2 spt mau memangku, mau main rahasia dkk
7. yakinkan pd anak bhw dia masih dicintai meski telah mengalami kejadian buruk

“Siapa itu?”
1. kejahatan mungkin aja terjadi di sekitar anak
2. ajari anak mengantisipasi ketika bertemu orang tak dikenal
3. beritahu siapa saja anggota keluarga yg dpt dipercaya (misal orangtua, guru, nenek), jika ada yg d luar itu, anak hrs memberitahu
4. ajak anak berkomunikasi utk mengetahui kejadian yg dialami sehari2 tp tdk wajar
5. ajari anak meminta pertolongan jika ada bahaya kpd yg dia percaya

“Siapa yang bisa melindungiku”
Tips:
1. tidak selamanya ortu bs dkt anak
2. ajari pake telp/hp jika sudah cukup umur
3. berikan/ajari hapal nomer hp ayah dan ibu
4. berikan info nomer darurat
5. berikan info layanan darutat buknan main2
6. nomer pengaduan 021-31901556 (KPAI)

γ€°γ€°γ€°γ€°γ€°