Menyiapkan Anak Menjadi Orang Tua sesuai Fitrah

Hasil diskusi hari ke-5 oleh mba Candra, Lukei, dan Maulidina

Dalam mendidik seksualitas anak, ada 3 prinsip yang perlu kita perhatikan:

  1. Seksualitas yang benar
  2. Seksualitas yang sehat
  3. Seksualitas yang lurus

Seksualitas yang Benar

Inilah salah satu dasar pendidikan seks pada anak yang telah Nabi S.A.W ajarkan. Yang sudah terdapat dalam alquran dan alhadist. Dan di amalkan oleh para orang tua. Dengan mengenalkan, memberikan, menanamkan, mencelupkan nilai2 dan norma2 agama kepada anak2.

Tujuannya : Seorang anak dalam usia ini sangat cenderung untuk senang bertanya-tanya dan mengetahui apa-apa yang ada di sekelilingnya yang masih tertutup.
Dalam pandangan Hasan El Qudsi bahwa Pendidikan seksual bisa diberikan oleh orangtua pada masa usia dini, remaja dan dewasa dengan materi yang berbeda-beda.

Materi pendidikan seksual pada anak usia remaja adalah berkaitan dengan berbagai hukum dan norma-norma agama yang meliputi; ajaran mandi besar, menutup aurat, hindarkan remaja dari khalwat dan ikhtilat, kenalkan mahram dan non mahram, menahan pandangan yang haram, menjaga anak dari penyelewengan seksual, dan pentingnya pernikahan.

“Pastikan kita selalu menjadi sumber jawaban pertama dan utama setiap kali anak bertanya tentang seks, di tengah derasnya tantangan jaman ini”

Seksualitas yang Sehat

Berikut adalah cara merawat organ reproduksi sejak kecil:

1. Gunakan hanya air yang bersih.

Kita tidak boleh sembarangan menggunakan air untuk membasuh selepas berkemih, terlebih di kamar kecil (toilet) umum. Mengapa? Kamar kecil (toilet) umum, biasanya tercemar berbagai jenis bibit penyakit baik di kakusnya, bak airnya, gayung, dan juga lantainya. Berkontak dengan bagian dari kamar kecil atau toilet umum dapat menimbulkan resiko tertular bibit penyakit, khususnya bibit penyakit yang dapat menimbulkan infeksi kemaluan, seperti keputihan.

Dari beberapa studi kita tahu keputihan bisa disebabkan oleh jamur candida albicans, selain oleh kuman, dan parasit trichomonas vaginalis. Apa pun penyebabnya, gejalanya sama, yakni keluarnya lendir berwarna susu, kuning, atau hijau yang gatal. Keputihan pada perempuan dapat ditularkan lewat kamar kecil atau kamar mandi umum. Mungkin penularan dapat terjadi dari air cebok, gayung, atau dinding bak penampungnya. Membersihkan dengan cara kering dianjurkan agar tidak tertular bibit penyakit dari air atau gayung yang sudah tercemar.

2. Ajarkan bagaimana membersihkan organ reproduksinya dengan benar.

Membasuh sehabis berkemih terutama pada kaum Hawa itu ada caranya. Kesalahan dalam arah membasuh menimbulkan risiko tercemarnya saluran kemih. Maka arah membasuh bukan dari belakang, melainkan sebaliknya, dari depan ke arah belakang. Dengan cara ini dapat menekan risiko pencemaran saluran kemih.
Penyakit yang umumnya terjadi karena kesalahan membasuh adalah keputihan dan infeksi saluran kemih bagian bawah, khususnya bagi kaum Hawa. Mengapa? Karena saluran kemih perempuan lebih pendek dibanding milik lelaki.

3. Menjaga organ reproduksi tetap kering.

Mengeringkan daerah reproduksi setelah berkemih dapat memperkecil resiko timbulnya penyakit. Pembiasaan dapat dilakukan sejak kecil pada saat anak belum mampu melakukannya sendiri. Biasakan agar setiap habis berkemih, basuh dengan air bersih kemudian seka dengan tissu/lap bersih sampai kering.
Bila anak sudah terbiasa membersihkan seperti itu, maka dia akan merasa tidak nyaman bila belum membersihkannya. Sebaliknya bila tidak dibiasakan sejak kecil, akan sulit untuk mengubahnya setelah anak dewasa, karena tetap nyaman kendati tidak bersih/kering.

4. Hindari Membalur Bedak & Bahan Kimiawi Lain pada Kemaluan Anak.

Kebiasaan membedaki sekitar kemaluan juga tidak dianjurkan. Bahan bedak tidak menyehatkan untuk wilayah disekitarnya. Demikian pula dengan pemakaian bahan kimiawi lainnya seperti, parfum, pembersih kemaluan, atau apa pun bahan kimiawinya yang dibubuhi pada daerah kemaluan.

Kita tahu kemaluan perempuan itu dilindungi oleh produksi asam oleh kuman Doderlein yang bersifat baik yang berada di sekitarnya. Suasana kemaluan yang asam melindungi kemaluan perempuan terhadap masuknya bibit penyakit. Semakin asam, kondisinya semakin terlindungi kemaluan dari ancaman bibit penyakit yang mengancamnya di dunia luar.

Namun apabila sekitar kemaluan terlampau sering dibersihkan dengan antisepsis, atau bahan kimiawi apa pun, termasuk parfum, atau semprotan pembersih vagina, maka suasana vagina tidak asam lagi akibat sudah terbunuhnya kuman bersahabat di situ. Kuman tersebut akan mati sehingga organ reproduksi jadi lebih rentan terinfeksi. Termasuk serangan keputihan.

5. Tidak membiasakan memegang kemaluan.
Ada masa-masa anak berkecenderungan memegang kemaluannya. Bila itu terjadi jangan paksa untuk mengekangnya. Biarkan masa itu berlalu. Namun perhatikan, agar tangannya bersih. Termasuk tidak membiarkan barang-barang kecil jangan sampai masuk kedalam kemaluannya.

Kebersihan kemaluan juga perlu diperhatikan pada anak lelaki, khususnya yang belum atau tidak dikhitan. Kulit kulupnya harus dibersihkan dengan cara menariknya agar kepala kemaluannya senantiasa bersih. Produksi getah smegma yang biasanya membaluti kepala kemaluan lelaki tidak menyehatkan bila dibiarkan melekat terus di situ. Terlebih bagi yang sudah akil-balik karena diduga dapat mencetuskan kanker kemaluan.

6. Mencuci tangan seusai berkemih.
Biasakan mencuci tangan setelah berkemih. Hal ini dapat mengurangi resiko iritasi dan mencegah terjadinya infeksi.

Seksualitas yang Lurus

Tugas orang tua adalah mendidik anak agar tetap sesuai fitrahnya, yakni anak laki-laki tumbuh dan berperilaku selayaknya anak laki-laki dan anak perempuan selayaknya anak perempuan

Nah bagaimana mendidik anak sesuai dengan fitrahnya?

Dikutip dari ustadz harry santosa.

Ketahuilah bahwa berperan menjadi ayah yang sejati atau ibu yang sejati, juga berperan menjadi professional hebat atau pengusaha hebat, bahkan juga berperan menjadi mukmin yang sejati itu, sesungguhnya adalah selalu diawali dengan menumbuhkan fitrah yang telah ditanamkan sejak di alam rahim sehingga menjadi potensi dan eksistensi dengan kompetensi relevan sehingga mampu memikul tanggungjawab dan peran. Tanpa potensi fitrah yang ditumbuhkan, maka upaya apapun menjadi tak maksimal.

Prosesnya adalah dimulai dengan perawatan, penguatan konsepsi fitrah lalu kemudian membutuhkan penyadaran melalui aktifitas dan interaksi dengan alam (pengalaman) sehingga menjadi potensi atau aktivitas produktif (amal shalih). Lalu kemudiah potensi itu membutuhkan ujian dalam kehidupan nyata sehingga menjadi eksistensi dan kompetensi (ihsanul amal) dalam peran terkait fitrah itu sehingga mampu mengambil tanggungjawab pada peran tersebut.

Peran peran itulah sesungguhnya hasil akhir dari pendidikan fitrah, sementara akhlak atau adab adalah buah atau impact dari fitrah yang tumbuh hebat sehingga memberi manfaat sebesar besarnya bagi ummat dan semesta.

Peran adalah tugas. Tugas adalah alasan kehadiran kita di dunia. Sesungguhnya setiap Kelahiran itu membawa tugas atau peran. Sesungguhnya, setiap Kematian itu bebas tugas. Sesungguhnya Akhirat itu menuai pahala tugas. Pertanyaannya, kalau begitu apa tugas atau peran kita di dunia? Jawabannya ada pada Fitrah Fitrah kita yang dipelihara dan ditumbuhkan.

Masih mengutip dari Ustadz Harry Santosa bahwa anak lelaki harus didekatkan juga pada ibunya sehingga memahami bagaimana perasaan, fikiran, dan sikap perempuan yang kelak akan menjadi istrinya. Danbahwa anak perempuan harus didekatkan pula kepada ayahnya sehingga saat masa balighnya sudah mengerti tentang ketertarikan pada lawan jenis dan pada saat yang sama akan merasakan empati langsung dari ayahnya.

Anak perempuan yang tidak kenal dekat ayahnya akan lebih mudah dirayu dikemudian hari. Maka penting untuk menggiatkan fitrah seksualitas anak untuk menjadikan mereka sosok orang tua yang sesuai dengan fitrahnya. Karena anak adalah generasi yang akan datang. Generasi pembangun peradaban

TANTANGAN PERADABAN DALAM MEMBANGUN FITRAH SEKSUALITAS

Umumnya pemahaman bahwa membersamai tumbuh kembang anak adalah ibunya, bukan ayah. Komisi perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ayah menjadi kunci dalam tumbuh kembang anak. Rita Pranawati wakil KPAI menambahkan sosok ayah masih dianggap hanya pemenuh kebutuhan keluarga saja. Rita menjelaskan bahwa anak yang mendapat kasih sayang dari ayahnya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, berani mengambil resiko, memiliki kematangan emosi dan psikososial. Data kementerian sosial tahun 2013 yaitu anak laki laki lebih rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikologis maupun seksual. Kehadiran ayah akan mengurangi resiko korban dan pelaku dimasa depan. (Fakta.news)

Tingkat perceraian yang tinggi. Dilansir oleh CNN indonesia “Salah satu yang kita ketahui tentang perceraian adalah bahwa hal itu mengganggu perkembangan normal dalam kehidupan anak-anak,” ujar Profesor Family Social Science di University of Minnesota, Steven Harris.

SOLUSI – AGAR TERBANGUN FITRAH SEKSUALITAS UNTUK GENERASI YANG AKAN DATANG

1. Mempererat kedekatan anak dengan orang tua sehingga terjalin alur komunikasi dua arah yang positif

2. Memperdalam pemahaman ilmu agama sebagai pedoman jalan yang lurus

AKTIVITAS EDUKASI (sebagai contoh)
1. Banyak melakukan aktivitas bersama, sehingga anak belajar macam macam aktivitas yang maskulin dan feminim.

2. Mengenalkan anak pada sosok maskulin dan feminin yang menorehkan sejarah dengan adab dan fitrah seksualitas yang lurus. sehingga muncul sosok idola/panutan yang baik pada anak

Sumber:

https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/menjaga-kebersihan-organreproduksi-sejak-kecil.html
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2154049997955507&id=221502844543575 Pendidikan seksual pada anak dalam hukum islam, Aminuddin
Ustadz harry santosa,Facebook https://m.facebook.com/indonesiaparenting/posts/487089238305266
Ustadz harry sentosa,facebook https://m.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10215500390493028
https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160922121057-255-160246/beda-dampakperceraian-bagi-anak-perempuan-dan-laki-laki
http://dimaspramudia.web.id/fitrah-peran-ayah-dan-fitrah-peran-ibu/