My Body Belongs to Allah

My Body Belongs to Allah(Konsep Thaharah untuk Anak)
Disajikan oleh Kelompok 3
Annisa Novita DewiAnnisa WahyuningrumBilkis Mukhlisoti
Kelas bunsay #2 – IIP Depok

Outline
1. Tantangan yang dihadapi yang berkaitan dengan gendera. Fenomena di masyarakatb. Pendidikan Seks vs Seksualitas
2. Apa itu fitrah seksualitas dan seberapa penting untuk dibangkitkana. Pendidikan seksualitas umumb. Pendidikan seksualitas islami c. Kapan anak mulai mengenal konsep thaharah (dalam kaitannya dengan menjaga fitrah seksualitas – menjaga kesehatan organ reproduksi)
3. SolusiBagaimana mengajak anak memahami konsep thaharah
4. Media edukasi

Selama ini ada pemahaman keliru dalam masyarakat tentang pendidikan seksualitas . Banyak orang menyebut istilah “pendidikan seks”. Padahal kata seks lebih identik dengan aktifitas hubungan intim dan alat kelamin. Sedangkan seksualitas mengandung makna yang jauh lebih dalam dan kompleks.
Semestinya anak-anak sejak dini diajarkan mengenai pendidikan seksualitas, bukan pendidikan seks.
Orangtua sebagaimana yang diamanatkan oleh agama dan tercakup dalam UU Kesejahteraan Anak No.4 Tahun 1979, adalah pihak utama dalam pemberian pendidikan seksualitas tersebut. (Elly Risman)

Seks adalah segala sesuatu yang menyangkut alat kelamin dan hubungan antar kelamin. Seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut cara berpikir, merasa, berpakaian, mengutarakan pendapat, dan bersikap sesuai dengan jenis kelaminnya.

Apa yang terjadi saat kita mengajarkan seksualitas pada anak?
📌 Ketika mengajarkan seksulitas pada anak, sebenarnya kita sedang mendidik anak mengenai proses kehidupan yang dimulai dari lahir, di masa balita, prasekolah, usia sekolah, praremaja, remaja, dan dewasa
📌 Anak juga diajarkan mengenai ciri kepribadiannya, memberikan identitas yang kuat mengenai perannya sebagai laki-laki dan perempuan, menginformasikan pengalaman menyeluruh mengenai menjadi laki-laki dan perempuan, serta dimensi peran gender
📌 Pendidikan seksualitas juga memberikan pemahaman mengenai sikap, nilai, moral dan persepsi mengenai relasi yang sehat ketika anak menginjak dewasa serta bagaimana mereka harus menjaga kesehatan organ reproduksinya.
📌 Pendidikan seksualitas tidak akan mendorong anak untuk melakukan aktivitas seksual, sebaliknya mendorong anak untuk memiliki relasi yang positif dan pemahaman yang positif tentang seksualitas di masa yang akan datang.

Mengapa pendidikan seksualitas harus diberikan sejak dini?
🍀 Salah satu alasan mengapa pendidikan seksualitas harus diberikan sejak dini, menurut Elly Risman adalah karena  anak-anak sekarang tumbuh lebih cepat dari generasi orangtuanya
🍀 Data temuan YKBH menunjukkan  48% anak laki-laki usia 10-11 telah mengalami mimpi basah 52% anak perempuan usia 9 tahun telah mengalami menstruasi
🍀 Makanan bergizi baik, rangsangan kasih sayang keluarga yang cukup menjadi salah satu penyebab hormon testosteron pada anak meningkat lebih cepat.

📌 “Mereka baligh lebih cepat, sementara pertumbuhan sel-sel otak mereka belum bersambungan dengan sempurna sehingga mereka tidak mengerti tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka dan konsekuensi dari perubahan yang terjadi. Di sinilah peranan pendidikan seksualitas itu, yaitu untuk persiapan pra baligh hingga pra-nikah nantinya”📌 (Elly Risman)

Tahapan Pendidikan Seksualitas Anak
Usia 0-3 tahun
📍Mengenalkan dan memberikan nama alat kelamin sesuai dengan jenis kelamin anak, yaitu penis dan vagina.
Usia 2-3 tahun
📍Ajari anak kegiatan toilet training dan cara membersihkan alat kelaminnya secara bertahap.
Usia 3-5 tahun
📍Memberikan informasi dan pemahaman mengenai peran gender laki-laki dan perempuan
📍Orang tua perlu mengajari privacy terhadap tubuhnya.
📍Menumbuhkan rasa malu pada anak
Usia 6-12 tahun
📍Perkuat pemahaman anak mengenai aturan atau norma sosial mengenai hal-hal pribadi.
Usia ≥8 tahun
📍Anak sudah diperkenalkan mengenai pubertas, yaitu tentang haid dan mimpi basah. Anak praremaja mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai reproduksi secara biologis, STD (penyakit seksual menular) dan risiko kehamilan usia dini, serta hubungan pertemanan yang sehat dan hubungan yang tidak sehat

Perkembangan Psikoseksual(Sigmund Freud)
Fase Oral (0 – 2 tahun).
Pada fase ini kepuasan seksual manusia berada pada aktivitas mulut. Contoh, seorang bayi yang menyusu kepada ibunya, maka bayi tersebut merasa dipuaskan di bagian mulutnya.
Fase Anal (2 – 3 tahun).
Pada fase ini kepuasan seksual manusia berada pada aktivitas anus. Contoh, seorang bayi akan merasa puas bila aktivitas pengeluaran dari anusnya berjalan dengan baik.
Fase Phalic (3 – 5 tahun).
Pada fase ini manusia akan mencoba mengenali identitas kelaminnya.  Contoh, seorang anak laki-laki akan meniru segala perbuatan yang dilakukan oleh Ayahnya dan seorang anak perempuan akan meniru segala perbuatan yang dilakukan oleh Ibunya.
Fase Latent (6 – 12 tahun).
Aktivitas seksual manusia pada fase ini cenderung tidak nampak. Hal ini terjadi karena individu sedang disibukkan dengan pencarian prestasi.
Fase Genital (12 tahun ke atas).
Fase ini adalah fase akhir dari keseluruhan fase yang ada. Fase ini adalah fase dimana munculnya kembali aktivitas seksual manusia.

✅  Fitrah seksualitas dibangkitkan melalui pendidikan seksualitas atau gender.

✅   Beberapa manfaat pendidikan seksualitas :
1. Mengerti dan Memahami besarnya kuasa Sang Pencipta.
2. Mengerti dan memahami peran jenis kelaminnya.
3. Menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya.
4. Memperkuat rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri anak.

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas ?

✅  Fitrah seksualitas dalam Islam sangat penting untuk dibangkitkan sejak dini karena pemahaman terhadap fitrah ini akan membantu anak menggunakan potensi tubuhnya sesuai syariah yakni untuk beribadah kepada Allah, untuk taat hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama makhluk Allah.

My body belongs to Allah : anak memahami bahwa dirinya adalah milik Allah dan berusaha menjalankan kehidupan sesuai dengan kehendak pemiliknya.

✅ Pendidikan Seksualitas Umum vs Islam
Pendidikan seksualitas umum identik dengan aktivitas hubungan intim dan kelamin sementara pendidikan seksualitas dalam  Islam berhubungan dengan kerangka ibadah yakni dalam kerangka berketurunan, bersuci, dan menutup aurat.

✅  Kaidah Pendidikan Seksualitas dalam Islam
1. Pendidikan seksual seperti pendidikan lain, memerlukan waktu dan tahapan. Bukan sebuah penjelasan singkat yang tiba-tiba.
2. Ilmu untuk menjaga kesucian harus diajarkan dengan cara dan bahasa yang suci, tidak vulgar.
3. Berikan pengetahuan seksual yang benar dan baik pada anak. Jika tidak, mereka akan mencari dari sumber lain yang keruh.
4. Fiqh adalah pintu utama dan paling mulia untuk pembahasan pendidikan seksual. Fiqh mengarahkan anak untuk memahami penyebab dan hukumnya bukan fokus pada aktivitasnya.
5. Perlu ketenangan orangtua saat menerima pertanyaan anak-anak dalam bab ini dan menjawabnya dengan baik, benar, dan sesuai dengan usianya.

Fitrah Seksualitas dan Thaharah

✅  Fiqh pertama yang wajib diajarkan oleh orang tua kepada anak adalah fiqh thaharah.
Fiqh thaharah berhubungan dengan pemahaman bagian tubuh pribadi, menjaga kesucian tubuh, dan memelihara kebersihan (hygenitas).
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (Q.S: 222)
✅   Fungsi thaharah adalah dalam rangka menjalankan ketaatan pada Allah dan menjalankan fitrah manusia yang pada dasarnya menyenangi hal-hal yang bersih dan senang pada lingkungan bersih.
✅   Sejatinya fiqh thaharah wajib diajarkan sebelum anak mencapai baligh agar ketika ia mencapai baligh ia sudah paripurna memahami fitrahnya sebagai lelaki atau perempuan. Ketika anak memasuki masa baligh maka sesungguhnya pembebanan syariah sudah jatuh kepadanya. Anak sudah wajib menjalankan ibadah dan menanggung dosa sendiri.

Beberapa contoh penerapan thaharah dalam perkembangan anak
👶🏻 Fase sebelum tamyiz/mulai mampu membedakan (usia 0-6 tahun) 👶🏻
✅   Orangtua mengajari anak bahwa tubuhnya berharga. Misalnya orangtua senantiasa meminta izin bila ingin membersihkan bagian kemaluan anak, tidak mengumbar aurat bayi disembarang tempat.  Jika di tempat terbuka, tutuplah auratnya dari pandangan orang lain menggunakan selembar kain. Saat berjemur pun bayi dalam keadaan berpakaian
✅   Mengenalkan bahwa urin dan feses adalah “kotoran” yang harus dibersihkan sehingga anak senantiasa belajar berbilas sehabis berkemih atau buang air besar (menerapkan istinja’ dengan benar).
✅  Orangtua melatih anak menerapkan adab islami ketika buang air.  Anak laki-laki sudah dilatih sejak awal untuk berkemih dengan cara jongkok, tidak berdiri.
✅  Mengenalkan sunnah fitrah awalan seperti kewajiban berkhitan pada anak laki-laki, memotong kuku, bersiwak.

👧🏻 Fase tamyiz (usia 7-baligh) 👦🏻
✅   Anak memahami perkara air, najis, dan hadats, wudhu dan tayamum.
✅   Orangtua mengenalkan anak dengan sunnah-sunnah fitrah lanjutan seperti mencukur bulu kemaluan, memotong kumis dan merapikannya, mencabut bulu ketiak (hal-hal yang berhubungan dengan pubertas)
✅   Orangtua menyiapkan anak memasuki fase baligh (mimpi basah dan haid), tata cara mandi wajib, mengenalkan anak dengan cairan-cairan yang keluar dari kemaluan

Selanjutnya saya akan memaparkan mengenai solusi penerapan yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengajak anak memahami konsep thaharah

Dalam perspektif islam, pendidikan seksualitas adalah mempelajari ilmu dan pengetahuan yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan seksualitas dan reproduksi. Islam sangat mementingkan umatnya menjalani kehidupan seksual yang sempurna, baik dan selaras dengan tuntunan Allah s.w.t. Oleh karena itu, salah satu konsep pendidikan seksualitas yang harus diajarkan kepada anak adalah mendidik konsep thaharah.

Selain agar bersih dan sehat, kita juga sekaligus mengajari tentang najis, dimana bebas dari najis adalah salah satu rukun dalam shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar (QS. Al ‘Ankabut:45).

Apa saja yang harus kita pahamkan kepada anak berkenaan dengan konsep thaharah ?
💎 Menjaga kebersihan mulut
Sunnah Rasulullah untuk selalu menjaga kebersihan mulut. Anak dibiasakan untuk membersihkan mulut sejak dini secara teratur dengan bersiwak/sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.
Makan dengan jenis makanan yang halal dan tayyib

💎 Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin
– Toilet training adalah langkah pertama yang diajarkan oleh orangtua ke anak, biasanya diajarkan untuk usia 2-3th, anak dibiasakan untuk buang air pada tempatnya dan menerapkan adab islami. Dengan cara ini akan membentuk diri anak dalam bersikap hati-hati, mandiri, disiplin, mencintai kebersihan dan memperhatikan etika sopan santun dalam melakukan hajat.

– Khitan. Adapun manfaat yang diperoleh adalah menurunkan resiko infeksi saluran kemih, menurunkan resiko penyakit infeksi menular seksual, menurunkan resiko kanker penis dan kanker serviks, serta lebih mudah dalam merawat kebersihan.
Khitan bisa dilakukan kapan saja :
🌸 Usia Kurang dari 5 tahun, kebanyakan dilakukan karena indikasi medis. Misalnya pada anak dengan kelainan anatomi pada penis seperti fimosis, parafimosis, atau hipospadia. Pada usia ini, anak belum memiliki keberanian dan belum bisa diajak kerjasama sehingga tidak mungkin dilakukan pemberian bius lokal. Pilihan yang dipakai adalah bius total. Anak harus dirawat di rumah sakit sebelum dan pasca khitan.
🌸 Usia 5-15 tahun, anak-anak sudah memiliki keberanian, sudah bisa diberi pengertian dan diajak kerjasama. Tidak jarang justru anak-anak pada usia ini meminta sendiri untuk dikhitan. Khitan pada usia ini umumnya dilakukan dengan bius lokal.
🌸 Usia di atas 15 tahun, Pada usia ini hormon testosteron (hormon kelamin laki-laki) sudah dalam kondisi maksimal sehingga dalam segi ukuran penis sudah membesar, disertai bulu kemaluan yang lebat. Prosedur khitan pada dewasa sama dengan khitan pada anak-anak. Pada orang dewasa, biasanya sudah tidak terjadi perlengketan antara kulup dan kepala penis sehingga tidak jarang terjadi luka pada kepala penis. Hal ini berbeda pada penis anak yang banyak terjadi perlengketan. Karena tidak terjadi perlengketan, biasanya setelah khitan bisa langsung digunakan untuk beraktifitas seperti biasa.

💎 Mengajarkan wudhu
Wudhu merupakan syarat wajib sahnya shalat dimana sebagian anggota badan tertentu dibersihkan menggunakan air.
Ketika mengajarkan anak berwudhu tidak hanya dengan perkataan tapi langsung dipraktekkan. Seperti bagaimana berkumur, membasuh muka, tangan, jidat, telinga dan yang terakhir membasuh kaki.
Mulanya lakukan praktek tanpa air dan ketika anak mulai terbiasa maka baru dipraktekkan menggunakan air.
💎 Mengajarkan tayammum
Memahamkan ke anak bahwa ada media lain untuk bersuci selain menggunakan air dan batasan syaratnya, kemudian mempraktekkannya langsung
💎 Mengajarkan anak mandi sendiri
Mandi sendiri di sini bukan berarti kita langsung meninggalkan si kecil di kamar mandi untuk mandi, tapi kita harus tetap mendampingi dan membantu anak jika dia memerlukan pertolongan. Lambat laun pendampingan itu akan semakin longgar selaras dengan kemandirian anak.
Menerangkan step-step mandi yang benar.
💎 Menyiapkan anak laki-laki menghadapi Ihtilâm (mimpi basah)Sebaiknya materi ihtilam disampaikan oleh ayah, namun tidak menutup kemungkinan peran ibu juga bisa membantu.
1. Berikan sentuhan di bahu atau kepala pada anak agar bisa tercipta keterbukaan dan rasa nyaman bagi anak untuk berbicara. Setelah melewati masa akil baligh, anak laki-laki biasanya tidak mau disentuh.
2. Gunakan jangkar emosi (panggilan khusus yang membentuk kedekatan dengan anak). Misalnya: Nak, anak ayah, jagoan ayah, little man, atau panggilan khusus apa saja yang diciptakan untuk anak.
3. Pada awalnya, anak mungkin akan merasa malu jika membicarakan masalah ini. Maka, mulailah dengan membicarakan perubahan fisik yang terjadi padanya karena pubertas. Misalnya, “Wah, anak ayah sudah mau remaja nih, suaranya sudah agak berat. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau memasuki masa akil baligh.”
4. Jelaskan pada anak bahwa suatu saat dalam tidurnya ia akan bermimpi bermesraan dengan perempuan baik yang dikenalnya atau tidak, kemudian dari kemaluannya akan keluar cairan mani, yang disebut dengan mimpi basah. Dan harus mandi junub agar bisa kembali menjalankan sholat dan membaca Al-Qur’an.
5. Jelaskan pada anak bahwa setelah mengalami mimpi basah, maka pahala dan dosa atas semua perbuatannya akan menjadi tanggungannya, dalam Islam ia disebut sudah mukallaf.
7. Anak juga perlu diajari tentang cairan madzi, yaitu cairan yang bisa jadi akan keluar jika ia melihat gambar-gambar yang tidak pantas atau tidak senonoh. maka anak harus mencuci kemaluan, mencuci tangan dan berwudhu. Jika tidak, maka ia tidak bisa sholat dan membaca Al-Qur’an.
8. Jangan lupa bilang: “Semua laki-laki di dunia mimpi basah. Jadi, kalau hal itu terjadi, bilang ke mama dan papa, biar seprai bisa dicuci.” Intinya, jangan sampe mereka menyembunyikan itu. Seprai dikasih bedak lah, dikasih cologne lah, atau dikira ngompol lah. Alat peraga untuk anak laki-laki, terdiri dari:1. Pisang dan buah anggur –> Penis dan testis2. Lem bening (UHU?) –> cairan madzi3. Lem kental (Fox? atau campuran tepung yang kental) –> cairan mani

💎 Mempersiapkan anak perempuan menghadapi haidh
1. Menjelaskan kepada anak gadis bahwa bila ia melihat darah haidh keluar, maka artinya ia telah baligh dan mukallafah (dibebani). Karena haidh merupakan tanda bagi perempuan menjadi dewasa sehingga ia harus memikul tanggung jawab dan beban-beban seperti halnya org dewasa.
2. Menceritakan perihal sebab terjadinya haidh.Alat peraga untuk anak perempuan, terdiri dari:a. Sedotan susub. Anggur –> Indung telurc. Pir/alpukat, dipasang terbalik –> Rahim. wortel –> otot vaginae. jeruk/ apel, potong tengah-tengah. –> vagina
3. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi haidh.Dengan mengenalkan pembalut, cara membersihkannya sebelum dibuang, dan bersuci setelah selesai masa haidh.Alat peraga :a. Pembalut beraneka macam (tipis, tebal, pake sayap, yang buat malam, dan sebagainya) b. Obat merah –> darah haidh
4. Terangkan bagaimana kalau sperma masuk. Dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita sudah menikah karena hanya itu yang diperbolehkan oleh Allah.

💎 Mengajarkan mandi wajib/junubBahwa mandi wajib dilakukan setelah anak laki-laki mengeluarkan mani dan setelah anak perempuan bersuci setelah haidh