MarcoPolo Ocean – Game Simulasi Lautan untuk Anak

Jadi, ketika mendapatkan tugas level 12 ini, saya langsung hore-hore.. Karena ini kan semacam comfort zone banget buat emak-emak IT. Selanjutnya baru tersadar, kalau untuk setara usahanya dengan teman-teman yang lain, saya perlu review maupun oprek aplikasi produktivitas atau pembelajaran bener-bener. Gak serta merta lihat list aplikasi kemudian download dan lihat menunya.

Jadilah seharian kemarin isi kegiatan adalah belanja aplikasi, baik yang free maupun berbayar. Arrrgh. Di era 1 klik udah bisa membeli sesuatu itu sunggu menyebalkan. Kalau jempolnya ringan, udah aja kebeli semua itu aplikasi. Untungnya masih waras dan bisa menahan diri, download dulu versi lite nya, baru kemudian dicoba dulu kesesuaiannya.

Itupun gaya, kata kunci “search” di AppStore untuk berburu aplikasi ini adalah “Editor Choice”. Yang mana udah jelas pasti aplikasi mumpuni dan worth untuk dicoba.

Akan tetapi sodara-sodara, karena seharian mainan, maka akhirnya gak jelas mana yang mau di-review (^^)!

Akhirnya pilihan jatuh ke Marcopolo Ocean, aplikasi untuk anak piyik belajar tentang lautan. Gelinya pas lihat aplikasi ini masuk ke dalam daftar Editor Choice, baru tersadar bahwa selama ini punya, dan udah nangkring cantik di folder Game di iPhone saya. Oalaah. Udah iya di-download dari kapan tau, tapi gak dimainin karena gak laku di HP saya kalah sama Youtube.

Tapi emang mestakung ya, ketemu lagi sama aplikasi ini ketika Kala lagi suka banget sama ikan, terutama ikan paus. Hal yang menjadi 2-kata perdananya dia. Haha siapa sangka, pemancing perkembangan bicara justru ikan paus. Selanjutnya bisa dengan mudah diajarin mama ami, teteh uni, dan lain-lain.

Anyway back to topic, berikut profil aplikasi Marcopolo Ocean.

Profil Aplikasi

Nama: MarcoPolo Ocean
Developer: MarcoPolo Learning
Deskripsi: Membuat simulasi sendiri kehidupan bawah laut
Rating umur: 4+ 
Rating Appstore: 
<<Editors' Choice>>
<<Parent's Choice Gold Award>>
<<Best App Store Application 2014)

Ketika masuk ke dalam aplikasi, kita akan disajikan validasi umur, yang biasa saya isi dengan umur saya, karena si piyik mainnya kan di bawah pengawasan emaknya.

IMG_0875
Halaman depan

Ada dua menu yang disediakan di dalam aplikasi ini, yaitu simulasi kehidupan bawah laut dan puzzle makhluk laut. Menu puzzle ada di atas ditandai icon Puzzle, dan menu simulasi bawah laut, ada di bawah ditandai icon Ikan.

Menu simulasi bawah laut ini terdiri atas pilihan-pilihan ikan yang bisa kita masukkan ke laut. Cukup di drag drop saja ikan mana yang mau dimasukkan. Ini seperti halnya kita membuat aquarium, namun ini aquariumnya besaaar.

Tidak hanya ikan, ada pula pilihan makanan ikan dan penyelam untuk dimasukkan ke dalam lautan. Jika kita masukkan makanan ikan, maka akan ada reaksi ikan-ikan yang ada mendekati makan dan makan-makanan tersebut. Penyelam juga lucu. Bantet dan besar sendiri. Ini bisa jadi alternatif bahan tertawaan anak. Hehe.

Hal yang menarik ketika kita sentuhkan jari di lautan dan scroll ke bawah. Ternyata semakin dalam lautan, maka pilihan ikan yang bisa dimasukkan pun berbeda. Sesuai dengan kenyataannya, makin dalam makin ajaib bentuk ikannya.

Menu selanjutnya adalah puzzle. Untuk contoh kita pakai ikan paus, sesuai kesukaannya adik. Ada audio sound dalam bahasa Inggris ketika kita klik hewannya. Sebelum kemudian aplikasi acak bentuknya untuk kita susun puzzle nya. Target aplikasi ini adalah anak piyik, sehingga puzzle nya pun dibuat bertahap. Piece yang harus disusun muncul satu-persatu untuk dipasang, supaya gak bikin anak lieur. Hehe.

Review Aplikasi

Ini aplikasi beneran well-design deh. Gak heran dapat 2 awards sekaligus, dan masuk jadi Editors’ Choice di 16 negara. Sederhana tapi menyenangkan mainnya. Adik senang pas dikenalkan aplikasi ini. Kok ya iya pas banget dia lagi demen ikan paus, eh ya ada puzzle ikan pausnya. Padahal cuma ada sedikit lho pilihannya, selain coral, kapal, dan cumi Walaupun kadang gak fokus, karena emaknya kebanyakan amazed sama fiturnya. Jadi ya sodara-sodara, kalau mau ngenalin apps ke anak, mainlah lebih dulu sampai khatam. Setidaknya buat emak-proofed dulu memastikan semua aman, dan juga supaya si emak gak hilang fokus di tengah jalan karena kebanyakan mikir atau terkagum-kagum.

Tapi tapi tapi, anak kecil jaman sekarang tetap aja gak bisa ditinggal main sendiri. Harapan emaknya anteng (eh). Harapan emaknya juga mengurangi rasa bersalah ngasih gadget ke bocah piyik tapi berupa game edukasi yang bagus. Bocah ya tetap bocah. Teori screentime bocah juga tetap benar yaitu berbatas. Tetap aja ditinggal, trus anteng, trus gak lama dia pindah Youtube (-__-). Jadi sesungguhnya aplikasi bagus ya mainnya tetap harus didampingi. Kebetulan adik pas fase belajar ngomong, jadi pendampingannya adalah sambil speak-out-loud mba mba naratornya ngomong apa.