Pembelajaran menggunakan Teknologi

Untuk tugas hari ini, saya tidak akan review spesifik sebuah aplikasi, melainkan gelondongan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk belajar. Ini topik yang saya dalami di disertasi 🙂

Dalam kesempatan ini mencoba share sedikit sekaligus menuliskan kembali dalam bahasa populer. Semoga bisa dipahami ya. Oh iya ini modus jg karena hari ini harus menghadap pembimbing juga.. Buat refreshing sebelum ditanya-tanya.

————

Sekalipun banyak yang berkata bahwa Indonesia menyedihkan kondisi perkembangan ICT nya, namun data menunjukkan bahwa negara kita sebenarnya sudah cukup baik. Jika membandingkan angka pertumbuhan ICT (IDI) dan angka rata-rata pendapatan negara (gross national income) dari ITU, Indonesia ada pada titik optimal baik dr sisi ICT membawa pengaruh positif terhadap pendapatan negara, maupun sebaliknya, pendapatan negara sudah cukup berperan dalam pertumbuhan infrastruktur ICT (ITU, 2016).

Picture1
Capaian pertumbuhan ICT di Indonesia (ITU, 2016)

Akan tetapi jika lebih jauh ditilik, kondisi Indonesia sebenarnya masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Hal inilah yang menjadikan kita bisa prediksi bahwa teknologi secara umum, maupun untuk pembelajaran juga akan terus maju. Ada sisi positifnya, ada negatifnya.

Menonton video tutorial, mengikuti kuliah daring, membaca materi dan mengerjakan tugas di HP, sampai berkolaborasi di MOOC, adalah pengalaman belajar yang menyenangkan. Menjadikan kita merasa “bisa, “pintar”, dan “hebat”.

Berkembangnya gadget dan e-learning juga mendorong berbagai institusi berbondong-bondong menerapkannya. Ya, janji teknologi akan kemudahan, fleksibilitas, dan kekayaan materi pastinya menarik untuk semua orang. Apalagi jika kita membahas mengenai pengalaman belajar, yang diperkaya dengan  simulasi langsung, ataupun sekedar bisa ngobrol dengan para ahli dari universitas kelas dunia.

Tren teknologi yang terus maju pastinya menarik untuk kita ikuti. Ada kebanggaan tersendiri jika kita bisa pakai teknologi terbaru, apalagi jika itu untuk belajar. Padahal apa benar kualitas belajar kita meningkat setelah menggunakannya?

Sebelum bisa menjawabnya, mari kita lupakan sejenak kondisi kita yang cukup beruntung dengan segala sumber daya pembelajaran dan akses internet yang relatif mudah.

Bagaimana teman-teman di luaran yang tidak seberuntung kita? Akses teknologi terbatas. Pengetahuan akan internet terbatas.

Bayangkan jika mereka diminta harus belajar pakai video melalui HP, dengan materi dan mekanisme evaluasi yang sama dengan teman-teman dari kota besar. Sebaliknya, bayangkan seorang mahasiswa di kota besar gak paham bahwa dia bisa akses ke berbagai materi belajar hanya dengan modal internet.

Selalu ada pembelajar yang akan tertinggal, karena masalah kemampuan berpikir maupun karena hal teknis.

Apakah ini kondisi ini ideal? Apakah wajar saja?

Atau jika jawabannya tidak, maka harus bagaimana?