Ketika Kisah Perjalanan Hidup Diabadikan Menjadi Materi Perkuliahan

Teng.. Jreng..

Kesadaran akan kekerenan semacam ini baru merasuk ke pikiran..
Setelah tadi ada acara ngobrol-ngobrol tentang sebuah topik dan ditanyakan asal mulanya bagaimana bisa menguasai topik tersebut.. Awalnya hanya diminta bantu isi materi suplemen tentang manajemen gadget dalam kekhususan tentang digital waste dan mengurangi distraksi.

Kemudian hal ini bergulir jadi sebuah nama zona (judul materi bulanan) di perkuliahan salah satu komunitas yang saya ikuti, karena dinilai sayang sekali jika hanya berupa satu sesi webinar. Yang justru diperlukan adalah prakteknya. (Kalau penasaran, ikut yuuk kuliahnya, hehe)

Da emang dari orok bawa perlengkapan perang inferiority, insecure, dan teman-temannya haha..Jadi by default, nothing I do would made myself proud of my self. Ya antara bagus karena gak sombong, tp di sisi lain, ya jadi jarang berbangga terhadap diri..

Pun dengan topik ini, klo dipikir-pikir kan keren juga ya.. Gak banyak lho yang punya kesempatan demikian.. Akan tetapi di sisi lain, ya rasanya biasa-biasa juga, nothing to be proud of, karena ya semacam perjalanan hidup saja. Ada saatnya belajar semedi, ada saatnya sharing, dan syukur-syukur pas sharing ada yang dapat manfaatnya.

“mba, butuh berapa lama sampai come up with the topic”
“3-4 tahun kayaknya, ya memang awalnya untuk solusi atas masalah diri sendiri”
“berarti pengalaman hidup dalam beberapa tahun tersebut yang kemudian jadi ilmu buat kita semua yang kecipratan ya”
…..dalam hati…..
“eh iya ya, bisa gitu juga ya pandangannya.. baru sadar” 😂

Tak terasa, again, sesuatu yang tidak dikejar, event yang tidak disangka, kemudian bisa jadi perekat puzzle yang bertebaran tidak jelas akan hasil belajar selama ini.

Nuhun untuk semua pengingatnya dan inspirasinya. Saya pun bisa sampai merangkum materi ini juga hasil belajar dari ibu-ibu hebat di komunitas ini. Yang mungkin materi yang selaras, dengan beberapa penyesuaian konteks, bisa juga saya berikan di kelas perkuliahan formal di tempat mengajar.

Nikmat rasanya ketika ada momen-momen hidup di atas angin seperti ini.. hihihi.. Semangat dan senyumnya tidak habis-habis..

Namun kemudian teringat, ya tetapi sekarang saatnya berkutat dengan momen-momen kepala nyusruk ke tanah, karena banyakan gagalnya daripada di atas anginnya ^__^..
Biasa, ngejar-ngejar bocah belajar belajar berbagai hal, dalam utamanya, belajar Qur’an 😆🙈 (dalam kondisi sayanya juga tidak bisa)..

Walaupun setiap hari perang dunia.. Kerjaan 5 menit beres jadi seharian dengan segala adu argumennya.. Gakpapa,, Ya mungkin someday, ini akan jadi 1-2 tahun berikutnya yang bisa jadi pelajaran hidup berharga, jadi bekal untuk anak-anak, dan lebih jauh lagi, bisa sharing dan jadi bermanfaat untuk orang lain.. Amiin..