Day #5 Memahani Strategi Belajar Auditori

Hai-hai jadi di hari kelima ini saya coba memahami lagi mengenai strategi belajar auditori yang telah disampaikan pada materi bulan ke-empat ini.. Belum ideal dilakukan dengan memberikan stimulasi permainan dan mengamati cara belajarnya.. Selain karena masih banyak wira wiri, saya juga belum benar-benar paham tentang strategi gaya belajar auditori..

šŸ”¹Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. 
Read More »

Day #4 Benarkah Teteh Auditori?

Jadi day#4 itu bukan hari menyenangkan dan penuh semangat mengamati teteh dan gaya belajarnya.. Malah justru jd hari mempertanyakan sebenarnya gaya belajar itu sederhana visual kinestetik dan auditori kah?

Dipikir2 untuk anak usia dini, belajar lebih banyak tentang kemandirian, keterampilan dasar hidup, dan agama.. bukan ke kemampuan kognitif dan akademis.. Untuk meningkatkan kemampuan kognitif mungkin 3 tipe belajar di atas bs dipake.. Nah big question is klo dipake buat keterampilan dasar hidup gimana.. yg sebenarnya basicnya more practice, better..Read More »

Day #3 Tujuan Belajar Teteh vs Sekolah

Dua hari yg lalu saya mencoba menginternalisasi materi mengenai gaya belajar, yg bisa juga disebut dengan modalitas belajar.. Ketika saya baca ulang materinya ternyata ada bagian yg saya skip sebelum memahami gaya belajar.. Yaitu “the why“, tujuan anak belajar..

Dalam materi telah dibahas mengenai 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu : Intellectual Curiosity, Creative Imagination,Ā Art of Discovery and Invention, Noble Attitude.

Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar.* Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah?

Nah kejadian gak 4 hal itu setelah Runni sekolah..?Read More »

Startup itu Bernama ‘Kampus’

Hidup di tengah-tengah komunitas berprestasi tentunya membawa inspirasi, motivasi, sekaligus tekanan tersendiri.. Dulu di tahun 2008, hidup sesederhana lulus, bekerja, dan selesai..

Akan tetapi ternyata rencana Allah untuk saya jauh lebih indah daripada itu.. Saya diperkenalkan dunia yang benar-benar asing dimana setiap kalinya selalu membuat saya : ya ampun, ada aja ya orang teh, meuni hebat-hebat pisan.. Dari sana setiap harinya selalu ada pertanyaan: sudah cukupkah saya sampai titik ini.. Seringkali lirik kanan kiri mencemburui berbagai prestasi orang-orang yang saya kenal..

Pernah seorang teteh berkata: kalian itu sebenarnya sama aja kayak ibu-ibu jaman dulu yang berlomba pamer banyak-banyakan harta, tetangga beli apa, si ibu-ibu ikut beli.. Sedangkan kalian itu irinya sama prestasi orang, kalo si A begitu, saya harus juga.. Bukan salah, tapi seringkali menjadi tidak sehat.. Seringkali rasa iri itu menggadaikan rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki.. Seringkali juga membuat bias apa makna hidupmu sebenarnya, yang sesungguhnya simple-but-not-easy, jadi istri, ibu, dan pendidik generasi.. Tetapi malah diperumit dengan ‘rumput tetangga lebih hijau’, atau dalam konteks kita ‘facebook tetangga lebih gemerlap dengan pujian dan hal keren’..

Saya gak terlalu suka ketika orang kenal saya sebagai “istrinya Fajrin”, saya lebih memilih orang kenal saya sebagai “Ami”, just that.. Walaupun ketika waras, saya sadar, yg benar ya dikenal sebagai istrinya seseorang.. atau mamanya seseorang.. Memang peran utama di dunia ya itu..

Read More »

Day #1 Pengamatan Gaya Belajar AnakĀ 

Haii kembali lagi ke tantangan kelas bunda sayang. Kali ini temanya tentang gaya belajar (learning style). Alhamdulillah ini topik yang juga dipelajari di riset disertasi. 

Sebenarnya materi gaya belajar ini adalah yg paling umum dan mudah dipahami di masyarakat. Masih banyak lagi metode yg bis digunakan untuk mengidentifikasi gaya belajar seseorang sehingga bagaimana treatment belajar terhadapnya bisa disesuaikan. 
Read More »

Game Level 4: Gaya Belajar Anak

Setiap anak itu cerdas. Hanya saja kemampuan anak untuk mengerti hal yang berbeda tergantung pada gaya belajar anak. Bisa dominan hanya pada 1 gaya belajar saja, namun bisa juga gabungan dari beberapa gaya belajar dengan urutan belajar yang berbeda.

Dengan mengetahui gaya belajarnya anak akan lebih mudah mempelajari sesuatu.
Read More »